Sinung Hidupkan Pengajian Jumat Manisan, PDI Perjuangan Bondowoso Perkuat Nilai Spiritual Bersama Santri
DPC PDI Perjuangan Bondowoso resmi menggelar pengajian dan selawatan rutin setiap malam Jumat Manis. Ketua DPC Sinung Sudrajat menyebut kegiatan ini menjadi implementasi nilai spiritual Bung Karno sekaligus wadah dialog kader, santri, dan masyarakat.
BONDOWOSO –DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso mulai menggulirkan agenda rutin pengajian dan selawatan Jumat Manisan Indonesia Perjuangan di sekretariat partai.
Kegiatan yang digelar setiap malam Jumat Manis itu disebut sebagai jawaban atas aspirasi pengurus, kader, dan simpatisan yang menginginkan ruang pembinaan spiritual di lingkungan partai.
Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Sudrajad, mengatakan kegiatan tersebut memang bukan agenda yang selama ini rutin dilaksanakan di kantor sekretariat partai. Karena itu, kepengurusan saat ini berinisiatif menjadikannya sebagai program bulanan yang dilaksanakan secara konsisten.
Menurutnya, forum keagamaan itu dipimpin langsung oleh Lora Ali Murtado yang juga merupakan salah satu pengurus DPC PDI Perjuangan Bondowoso.
Sinung menegaskan, orientasi utama kegiatan itu adalah memperkuat hubungan kader dengan Allah SWT sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
"Di sela-sela pengajian, para kader dan santri juga berdialog mengenai perkembangan Bondowoso, dinamika sosial di tingkat akar rumput, hingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat," kata Sinung kepada sejumlah media, Kami (02/07/2026).
Forum tersebut, lanjud Sinung, diharapkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah menyerap aspirasi.
Menurut Sinung, pengajian dan selawatan itu juga merupakan implementasi nilai-nilai yang diajarkan Bung Karno. Ia menilai perjuangan politik tidak hanya berorientasi pada hubungan antar manusia (hablum minannas), tetapi juga harus diimbangi dengan hubungan kepada Allah SWT (hablum minallah).
Nilai spiritual, kata dia, menjadi fondasi penting dalam menjalankan politik maupun tata kelola pemerintahan.
Ia menjelaskan, dipilihnya malam Jumat Manis sebagai waktu pelaksanaan merupakan usulan yang datang dari Lora Ali Murtado.
Momentum tersebut dinilai tepat untuk mempertemukan kader PDI Perjuangan dengan para santri dalam suasana religius melalui pengajian dan selawatan bersama.
"Usai kegiatan, seluruh peserta juga melanjutkan agenda dengan berziarah ke makam Kiai Ronggo sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh ulama yang memiliki jejak sejarah di Bondowoso," tutupnya.
Wakil Ketua Badan Pendidikan, Ekonomi, dan Budaya DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Lora Ali Murtadho, menambahkan kegiatan tersebut dirancang untuk membangun tradisi spiritual yang melekat dalam kehidupan kader partai.
Menurut Lora Ali, kegiatan rutin itu diisi dengan pembacaan selawat dan ayat suci Al-Qur'an agar menjadi budaya yang terus hidup di lingkungan sekretariat partai.
Salah srotang bagian keluarga besar Pondok Posantren Al-Ustmani Jambesari DS ini berharap, kebiasaan tersebut mampu membentuk karakter kader yang lebih tenang, santun, dan mengedepankan nilai-nilai keagamaan dalam menjalankan aktivitas politik maupun sosial.
"Ketika seseorang terbiasa membaca selawat, cara berpikir dan cara menyampaikan sesuatu kepada masyarakat tidak mudah terbawa emosi. Karena itu, selawat menjadi sangat penting sebagai penguat spiritual sekaligus pengendali diri," ujarnya.
Lora Ali juga menilai kegiatan itu sejalan dengan nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno.
Menurutnya, Presiden pertama Republik Indonesia tersebut tidak pernah memisahkan perjuangan politik dari aspek spiritual. Nilai itulah yang kini ingin dihidupkan kembali melalui forum Pengajian dan Selawat Perjuangan di lingkungan PDI Perjuangan Bondowoso.
Tak hanya menjadi ruang ibadah, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menginspirasi generasi muda, khususnya kalangan santri, agar aktif berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Lora Ali menegaskan pintu PDI Perjuangan terbuka bagi para santri yang ingin ikut berjuang dan memberikan gagasan bagi masyarakat.
Ia menambahkan, tema "Selawat Perjuangan" dipilih karena dinilai merepresentasikan perpaduan antara nilai religius dan semangat kebangsaan.
Menurutnya, perjuangan membangun daerah maupun bangsa harus dibarengi dengan kekuatan spiritual sehingga melahirkan sikap yang bijaksana, berakhlak, dan tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.
What's Your Reaction?