Warga Situbondo Purwanto Sulap Pengangguran Jadi Budidaya Anggur Impor Bernilai
Warga Situbondo, Purwanto, membudidayakan 44 varietas anggur impor di green house rumahnya dan menamai usahanya “Pengangguran Naik Kelas” karena memiliki potensi ekonomi tinggi.
KABAR RAKYAT,SITUBONDO – Seorang warga Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Purwanto, menamai kegiatan budidaya tanaman anggur impor miliknya dengan istilah unik, yakni “Pengangguran Naik Kelas.”
Penamaan tersebut muncul dari pengalamannya sendiri yang sempat dianggap tidak memiliki pekerjaan tetap sebelum akhirnya menekuni budidaya berbagai varietas anggur impor.
Melalui kegiatan tersebut, Purwanto ingin menunjukkan bahwa kegiatan berkebun juga dapat menjadi peluang usaha bernilai ekonomi tinggi.
Ia menilai potensi budidaya anggur di Situbondo masih terbuka lebar karena jumlah petani anggur di daerah tersebut masih relatif sedikit.
“Ini langkah konkret saya. Petani anggur masih sangat minim, sehingga peluangnya masih besar,” kata Purwanto.
Di halaman depan rumahnya, Purwanto membangun sebuah green house untuk menanam puluhan varietas anggur impor dari berbagai negara.
“Di green house depan rumah saya ada sekitar 44 jenis anggur impor dari beberapa negara Eropa. Semuanya tumbuh dengan baik, bahkan sebagian sudah mulai berbuah,” ujarnya.
Menurut dia, budidaya anggur impor dipilih karena memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran.
Dari puluhan varietas yang ditanam, beberapa di antaranya memiliki harga jual yang cukup fantastis.
“Dari 44 jenis anggur yang tumbuh dan sebagian sudah berbuah, ada varietas yang dibanderol antara Rp 90.000 hingga Rp 250.000,” jelas Purwanto.
Ia menilai anggur impor memiliki potensi ekonomi besar karena bibitnya masih tergolong langka dan belum banyak dibudidayakan di daerah.
“Kalau bagi saya pribadi, potensinya sangat tinggi secara ekonomi. Petani hanya perlu membeli bibit sekali, kemudian tinggal merawatnya,” kata dia.
Meski demikian, Purwanto mengakui ada tantangan dalam budidaya anggur, terutama saat musim hujan dengan curah yang cukup tinggi.
Menurut dia, kondisi tersebut dapat diatasi dengan perawatan yang tepat agar akar tanaman tidak mengalami pembusukan.
Purwanto berharap keberadaan kebun anggur miliknya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menekuni sektor pertanian modern.
“Ini masih belum banyak dikenal. Saya berharap pemerintah bisa mendukung program ‘pengangguran naik kelas’ ini karena potensinya besar bagi pemuda,” ujar Purwanto.
Penulis : Khairul
What's Your Reaction?