PB PMII Turun ke Lokasi Bencana Sumatra, Fokus Trauma Healing Anak

Tim Sigap PB PMII Situbondo turun langsung ke lokasi bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Selain bakti sosial, PB PMII fokus pada trauma healing anak-anak, renovasi masjid, serta pembangunan sarana air bersih demi pemulihan warga terdampak bencana.

Jan 17, 2026 - 08:06
 0
PB PMII Turun ke Lokasi Bencana Sumatra, Fokus Trauma Healing Anak

KABAR RAKYAT,SITUBONDO – Tim Sigap Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) turun langsung memberikan bantuan sosial kepada korban bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra, meliputi Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Barat, hingga Aceh.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kebutuhan dasar, tetapi juga trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana. Selain itu, Tim Sigap PB PMII turut ambil bagian dalam renovasi tempat ibadah serta pembangunan sarana air bersih bagi warga.

Sebagai organisasi sosial dan kemasyarakatan, PB PMII menilai kehadiran langsung di lokasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk melihat kondisi riil masyarakat yang terdampak musibah.

Kader PMII asal Situbondo yang tergabung dalam Tim Sigap PB PMII, Mohammad Kholili, menegaskan bahwa bakti sosial ini merupakan manifestasi dari tujuan PMII dalam memperjuangkan hak-hak rakyat.

" Saat di lokasi bencana, Tim Sigap PB PMII terlibat langsung membantu renovasi tempat ibadah, trauma healing anak-anak, hingga pembangunan sumur bor dan penampungan air bersih," ujar Kholili saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).

Kholili menyebut salah satu rumah ibadah yang direnovasi adalah Masjid Subulul Ubudiyah di Dusun 1, Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.

Ia menambahkan, aksi kemanusiaan tersebut dilakukan secara bertahap sejak 25 Desember 2025 dan masih terus berlanjut sesuai kebutuhan warga di lokasi terdampak.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi pascabencana saat ini telah memasuki tahap pemulihan. Hunian sementara sudah tersedia dan kebutuhan sandang serta pangan warga relatif tercukupi.

Meski demikian, Kholili mengungkapkan masih terdapat kekhawatiran mendalam di tengah masyarakat, terutama trauma akibat bencana yang menyeret harta benda serta keterbatasan akses pekerjaan.

" Yang paling menjadi harapan warga saat ini adalah akses pekerjaan dan biaya pendidikan anak-anak mereka,” kata Kholili yang juga menjabat Wakil Direktur Tagana PB PMII.

Dia menjelaskan mayoritas warga terdampak berprofesi sebagai petani, sehingga kerusakan lahan pertanian membuat aktivitas ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih.

" Pekerjaan warga di sini dominan bercocok tanam, sebagian PNS dan bidan. Namun sawah masih banyak yang belum bisa difungsikan total. Harapan besar mereka adalah bisa kembali memiliki tempat tinggal dan mata pencaharian," jelasnya.

Di sisi lain, Tim Sigap PB PMII menaruh perhatian serius pada pemulihan psikologis anak-anak melalui program trauma healing yang akan terus dipencaharian

"Anak-anak adalah aset generasi bangsa. Trauma healing menjadi prioritas agar mereka tetap memiliki semangat belajar dan mampu memahami pentingnya mitigasi bencana di masa depan,” tegas Kholili.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow