SDN Mangli Gelar Simulasi TKA Perdana, 28 Siswa Kelas VI Ikut Uji Coba

Secara umum, pelaksanaan simulasi berjalan cukup lancar. Namun pada hari pertama sempat terjadi kendala teknis yang berkaitan dengan jaringan internet.

Mar 12, 2026 - 11:27
 0
SDN Mangli Gelar Simulasi TKA Perdana, 28 Siswa Kelas VI Ikut Uji Coba
Suasana simulasi TKA perdana di SDN Mangli

KABAR RAKYAT, BONDOWOSO – SDN Mangli, Kecamatan Pujer, mulai melaksanakan simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai persiapan sebelum pelaksanaan resmi yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang. Kegiatan ini menjadi pengalaman pertama bagi sekolah tersebut karena program TKA baru diterapkan pada tahun ajaran ini.

Guru kelas VI SDN Mangli sekaligus penanggung jawab pelaksanaan simulasi TKA, Ika Kusumawati, mengatakan simulasi tersebut diikuti oleh sebagian besar siswa kelas VI.

“Hari ini yang ikut sekitar 28 siswa. Sebenarnya totalnya sekitar 30 siswa, tetapi ada dua siswa yang merupakan ABK,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, simulasi TKA di SDN Mangli berlangsung selama dua hari dan saat ini telah memasuki hari kedua sekaligus hari terakhir pelaksanaan.

Dalam simulasi tersebut, terdapat dua mata pelajaran yang diujikan kepada siswa, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia. Kedua mata pelajaran tersebut dikerjakan melalui sistem berbasis komputer.

Secara umum, pelaksanaan simulasi berjalan cukup lancar. Namun pada hari pertama sempat terjadi kendala teknis yang berkaitan dengan jaringan internet.

“Sebetulnya aman, hanya kemarin sempat ada kendala karena sinyal sehingga pengerjaan tidak selesai tepat waktu,” jelasnya.

Sementara pada hari kedua, pelaksanaan simulasi dinilai lebih baik meskipun sempat terjadi gangguan listrik dalam waktu singkat.

“Hari ini sempat listrik padam sebentar, tapi alhamdulillah tidak terlalu lama dan masih bisa dilanjutkan,” katanya.

Dari sisi kemampuan siswa dalam mengoperasikan komputer, Ika menilai para siswa tidak mengalami kesulitan berarti. Hal ini karena sebagian siswa sebelumnya sudah pernah menggunakan komputer saat masih duduk di kelas lima.

“Anak-anak sudah cukup bisa mengoperasikan komputer, jadi tidak terlalu mengalami kesulitan,” tambahnya.

Meski demikian, menurutnya kekhawatiran utama dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer adalah faktor teknis seperti kestabilan sinyal internet dan ketersediaan listrik. Untuk itu, pihak sekolah berharap pada pelaksanaan TKA yang sebenarnya nanti semua faktor tersebut dapat berjalan dengan baik sehingga siswa dapat mengerjakan soal dengan lancar.

“Harapannya nanti saat pelaksanaan yang sebenarnya anak-anak bisa mengerjakan dengan lancar, sinyal aman, listrik juga tidak padam sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SDN Mangli, Dwi Restu Wahyudi, mengatakan pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan TKA yang menjadi program baru dari pemerintah pada tahun ajaran ini.

“Terkait dengan TKA ini, kami menilai bahwa ini merupakan program baru dari pemerintah. Pada tahun sebelumnya kegiatan ini memang belum ada, dan baru diterapkan pada tahun ajaran ini,” ujarnya.

Sebagai pimpinan di lingkungan sekolah, ia menegaskan bahwa pihak sekolah mendukung penuh program yang telah dirancang pemerintah, khususnya oleh Kementerian Pendidikan.

“Kami selaku kepala sekolah dan pimpinan di sekolah tentu mendukung apa yang sudah diprogramkan oleh pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan, terkait pelaksanaan kegiatan ini,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini pelaksanaan yang dilakukan masih berupa simulasi awal sebagai persiapan sebelum ujian yang sebenarnya digelar pada bulan April mendatang. Ia berharap pada saat pelaksanaan resmi nanti seluruh proses dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis.

“Harapan kami ketika pelaksanaan TKA nanti di bulan April, semoga tidak ada kendala sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Dwi juga menilai pelaksanaan ujian berbasis online memiliki beberapa potensi kendala yang harus diantisipasi, terutama terkait listrik, cuaca, serta kestabilan jaringan internet.

“Karena kegiatan ini berbasis online, tentu ada beberapa faktor yang bisa menjadi kendala. Misalnya listrik padam seperti yang sempat terjadi tadi. Namun sebenarnya kami sudah menyiapkan genset sebagai cadangan,” ungkapnya.

Selain itu, kondisi cuaca juga dapat memengaruhi kualitas jaringan internet yang digunakan saat pelaksanaan ujian.

“Kalau cuaca hujan biasanya sinyal internet kurang stabil atau naik turun. Karena itu kestabilan internet juga menjadi faktor penting dalam pelaksanaan kegiatan ini,” tambahnya.

Ia berharap seluruh potensi kendala tersebut dapat diantisipasi sehingga pelaksanaan TKA nantinya dapat berjalan sukses.

“Semoga pada saat pelaksanaan nanti semua kendala tersebut tidak terjadi sehingga kegiatan TKA dapat berjalan lancar dan sukses,” pungkasnya. 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow