Di Bawah Terik Ramadan, Baiseh Tetap Berjalan 750 Meter Demi Anak Mendapat Makanan Bergizi

Terik matahari siang di bulan Ramadan tak menyurutkan langkah Baiseh. Demi sang buah hati, ibu dari seorang balita itu rela berjalan kaki sejauh sekitar 750 meter untuk mengambil bantuan makanan bergizi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangli, Pujer.

Mar 12, 2026 - 11:25
 0
Di Bawah Terik Ramadan, Baiseh Tetap Berjalan 750 Meter Demi Anak Mendapat Makanan Bergizi
Tim SPPG Mangli saat mendistribusikan MBG kepada 3B di Pos Rambutan 3.

KABAR RAKYAT, BONDOWOSO – Terik matahari siang di bulan Ramadan tak menyurutkan langkah Baiseh. Demi sang buah hati, ibu dari seorang balita itu rela berjalan kaki sejauh sekitar 750 meter untuk mengambil bantuan makanan bergizi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangli, Pujer.

Dengan payung di tangan untuk menahan panas, Baiseh melangkah perlahan menuju lokasi pembagian bantuan. Baginya, perjalanan itu bukan hal berat, sebab yang terpenting anaknya bisa mendapatkan makanan bergizi yang selama ini sulit ia beli.

“Dikasi macam-macam, banyak menunya, seperti susu, telur, ikan, ayam, banyak pokoknya makanan yang bersifat bergizi. Itu kan untuk anak-anak, ya alhamdulillah sangat bagus program ini,” ujar ibu yang akrab disapa Bu Roy, Kamis (12/3/2026).

Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Sebagai keluarga dengan keterbatasan ekonomi, membeli bahan makanan bergizi seperti ikan atau ayam bukan perkara mudah baginya.

“Apalagi saya juga untuk membeli seperti ikan dan ayam itu tidak mampu. Jadi ya alhamdulillah ada program ini. Saya sangat berterima kasih, sangat membantu bagi saya,” katanya.

Bu Roy menceritakan, pembagian makanan bagi balita dilakukan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis. Meski harus berjalan cukup jauh di tengah panasnya bulan puasa, ia tetap bersemangat demi memastikan anaknya mendapat asupan gizi yang cukup.

“Demi anak dapat MBG ini saya rela jalan kaki sejauh 750 meter panas-panas bulan puasa ini. Makanya saya bawa payung untuk menghindari panas,” tuturnya.

Menariknya, program pemberian makanan tersebut mengingatkan Baiseh pada masa kecilnya. Ia mengenang saat masih kecil pernah ada program serupa pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

“Dulu waktu zaman Pak Soeharto juga ada program seperti ini. Anak-anak dikasi makan, tapi makannya di rumah kepala desa. Bedanya kalau sekarang kan diantar,” kenangnya.

Sementara itu, Asisten Lapangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Aslap SPPG) Mangli, Kecamatan Pujer, Radhitya Setiawan Hadi Nugroho menjelaskan bahwa terdapat perbedaan menu antara hari biasa dan selama bulan Ramadan.

Menurutnya, pada hari biasa menu yang dibagikan berupa makanan basah dengan tambahan buah-buahan, baik buah lokal maupun impor. Namun khusus Ramadan, menu lebih difokuskan pada makanan kering yang dapat dikonsumsi saat berbuka puasa, serta dilengkapi kurma sebagai menu khas Ramadan.

“Alhamdulillah sampai saat ini aman dan banyak yang suka. Antusias masyarakat terhadap menu Ramadan juga cukup tinggi karena menunya memang lebih spesial dibandingkan hari biasa,” ujar Radhitya.

Ia menambahkan, penyaluran bantuan kepada kelompok 3B yang terdiri dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dilakukan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Menurutnya, selama pelaksanaan program tidak ada menu yang benar-benar ditolak oleh penerima manfaat. Namun ada beberapa jenis makanan yang menjadi favorit.

“Kalau yang paling disukai biasanya seperti katsu. Untuk balita, kalau ada susu mereka biasanya lebih suka dan lebih antusias,” pungkasnya. 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow