BNPB dan Pemkab Lamongan Kebbut Pompanisasi Tangani Banjir Berkepanjangan

BNPB menambah pompa berkapasitas besar untuk mempercepat penanganan banjir tiga bulan di Lamongan. Pemkab optimistis pompanisasi efektif menurunkan debit air.

Feb 20, 2026 - 18:52
 0
BNPB dan Pemkab Lamongan Kebbut Pompanisasi Tangani Banjir Berkepanjangan
Sejumlah pejabat daerah meninjau langsung pompa air berkapasitas besar yang dioperasikan untuk mempercepat penurunan debit banjir di wilayah Lamongan sebagai bagian dari upaya tanggap darurat penanganan genangan.

KABAR RAKYAT,LAMONGAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk mempercepat penanganan banjir yang telah merendam sejumlah wilayah hampir tiga bulan. Langkah konkret dilakukan dengan menambah unit pompa air berkapasitas besar di titik rawan.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, meninjau langsung lokasi terdampak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, Jumat (20/2/2026). 

Ia menegaskan koordinasi pusat dan daerah kini difokuskan pada langkah kedaruratan.

“Yang jelas kita belum bisa melaksanakan langkah permanen untuk menyelesaikan banjir ini karena ini banjir tahunan. Kurang lebih sudah tiga bulan sejak November kita lakukan langkah kedaruratan agar kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujar Budi.

Selain memastikan logistik dan layanan kesehatan warga, rombongan BNPB bersama pemerintah daerah juga meninjau Pintu Air Kuro guna memastikan pengendalian debit air berjalan optimal.

BNPB berkomitmen menambah mobile pump berkapasitas 500 liter per detik untuk memperkuat 16 pompa kecil dan dua pompa besar yang telah beroperasi. “Kita akan tambah satu atau dua pompa besar lagi. Diharapkan bisa mempercepat penurunan banjir di wilayah Lamongan,” jelasnya.

Sejalan dengan upaya BNPB, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menilai pompanisasi menjadi solusi paling realistis saat ini. Ia menyebut adanya selisih ketinggian air sekitar 66 sentimeter yang menghambat aliran air keluar secara alami.

“Langkah yang bisa kita lakukan sekarang adalah pompa. Cara lain efeknya kecil terhadap penurunan air, karena itu kita optimalkan pompanisasi,” kata bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Ia menyambut baik dukungan alat dari BNPB untuk membantu warga terdampak banjir berkepanjangan. Menurutnya, tambahan pompa diharapkan mempercepat surutnya genangan.

“Mudah-mudahan dengan tambahan pompa ini penurunan air lebih cepat. Kita juga berharap hujan beberapa hari ke depan tidak terlalu lebat sehingga debit air bisa dikendalikan,” tambahnya.

Hingga kini BNPB dan pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca serta menyiapkan langkah antisipasi jika curah hujan kembali meningkat dalam beberapa pekan mendatang.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow