Damkar Bondowoso Sosialisasikan Proteksi Kebakaran, Relawan Dapur SPPG Tumpeng Ditekankan Siaga Lima Menit Pertama
KSPPG Tumpeng, Amelia Putri, menyatakan bahwa sosialisasi proteksi kebakaran sangat relevan dengan aktivitas dapur yang setiap hari berhubungan dengan kompor, gas, dan api.
KABAR RAKYAT, BONDOWOSO — SPPG Tumpeng bersama Damkar Bondowoso menggelar kegiatan sosialisasi proteksi kebakaran bagi relawan dan karyawan dapur, Jum'at (20/2/2026).
Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Martanto Budi Santuso, mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan peserta dalam mencegah dan menangani kebakaran sejak dini.
Dalam pemaparannya, Martanto menegaskan pentingnya peran aktif relawan agar tanggap saat terjadi kebakaran.
"Materi yang kami berikan meliputi penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) yang benar, teknik pemadaman api menggunakan APAR, serta cara perawatan APAR yang tersedia di dapur MBG," ungkap Martanto.
Selain teori, peserta juga mendapatkan praktik pemadaman secara tradisional menggunakan kain untuk menutup media yang terbakar.
"Setelah kami tinjau, kami menyoroti potensi bahaya di area dapur, khususnya pada penggunaan selang gas," ujarnya.
Menurutnya, selang dapur sangat rawan mengalami kerusakan akibat tekanan gas dari dalam serta paparan panas kompor dari luar.
"Karena itu, pengecekan rutin dan perawatan berkala wajib dilakukan. Jika ditemukan kerusakan, selang harus segera diganti demi mencegah risiko kebakaran," imbuhnya.
Martanto menambahkan, sosialisasi ini sangat penting bagi para pekerja dapur sebagai garda terdepan saat terjadi kebakaran. Pasalnya, petugas pemadam tetap membutuhkan waktu untuk tiba di lokasi.
"Dalam teori pemadaman, lima menit pertama merupakan waktu krusial untuk mengendalikan api sebelum membesar," tegasnya.
Sementara itu, KSPPG Tumpeng, Amelia Putri, menyatakan bahwa sosialisasi proteksi kebakaran sangat relevan dengan aktivitas dapur yang setiap hari berhubungan dengan kompor, gas, dan api.
"Kegiatan ini memberikan pengetahuan penting kepada kami, mengingat tidak semua pekerja memahami langkah yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran," ucap Amel.
Ia mencontohkan, pernah terjadi kepanikan akibat alarm berbunyi yang disangka kebakaran, padahal hanya disebabkan oleh uap panas dari proses memasak.
"Kejadian tersebut menunjukkan pentingnya edukasi agar karyawan tidak panik dan mampu membedakan situasi darurat yang sebenarnya," tukasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh relawan dan karyawan dapur semakin siap dalam mencegah serta menangani potensi kebakaran, sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih aman dan terlindungi.
What's Your Reaction?