Hearing Bersama Ketua DPRD Banyuwangi, Asosiasi Sopir Logistik Minta Pelayanan Penyeberangan Lintasan Ketapang-Lembar Dibuka Kembali

Para sopir truk yang tergabung dalam Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) meminta layanan penyeberangan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Lembar Nusa Tenggara Barat diaktifkan Kembali

Jan 28, 2026 - 15:37
Jan 28, 2026 - 15:37
 0
Hearing Bersama Ketua DPRD Banyuwangi, Asosiasi Sopir Logistik Minta Pelayanan Penyeberangan Lintasan Ketapang-Lembar Dibuka Kembali
Ketua DPRD Banyuwangi,I Made Cahyana Negara saat memfasilitasi hearing Asosiasi Sopir Logistik Indonesia

KABAR RAKYAT, BANYUWANGI - Para sopir truk yang tergabung dalam Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) meminta layanan penyeberangan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Lembar Nusa Tenggara Barat diaktifkan Kembali.

Hal ini disampaikan Ketua ASLI, Selamet Barokah usai mengikuti rapat dengar pendapat atau hearing bersama Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara dengan mengundanghadirkan stakeholder terkait perwakilan ASDP, KSOP, Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap), Syahbandar, Dishub dan Satlantas Polresta Banyuwangi.

"Kita hanya ingin pengajuan Penyeberangan Ketapang - Lembar kembali, kita juga sudah sering mengajukan ke kementerian. Namun hingga saat ini tidak ada realisasi," ujar Ketua ASLI, Selamet Barokah.

Selamet Barokah mengatakan, selama ini sopir angkutan logistik sering mengalami kerugian materiil dampak antrean panjang dan waktu tunggu yang lama untuk melakukan penyeberangan dan menyebabkan kemacetan di sepanjang jalan menuju pelabuhan penyeberangan.

” Para sopir angkutan logistik mengeluhkan kemacetan yang membuat antrean panjang dan waktu tunggu lama mencapai empat hingga lima hari. Kondisi itu dinilai menghambat distribusi logistik dan merugikan para sopir truk , ” ucapnya.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya hanya ingin antrean panjang tidak kembali terulang sehingga persoalan pelayanan mulai dari fasilitas di dalam kapal maupun pelabuhan harus diperbaiki.

"Fasilitas dan penempatan pelabuhan Jangkar - Lembar tentu tidak pas, ditambah lagi banyaknya sopir yang berdomisili di Banyuwangi. Makanya, kita harapkan pelabuhan Ketapang - Lembar kembali dioperasikan dan waktu keberangkatan kapal harus sesuai untuk mengantisipasi adanya antrean panjang," katanya.

Selain itu, lanjut Selamet, pihaknya juga mengingatkan pentingnya kelayakan kapal dan kelengkapan keselamatan agar selalu prima demi mencegah kecelakaan laut dan ketepatan waktu pemberangkatan kapal.

"Kita hanya berharap seluruh pihak terkait segera mengambil langkah konkret demi kelancaran arus logistik nasional, serta keselamatan dan kenyamanan para sopir logistik," ungkapnya.

Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara mengatakan, bahwa hearing tersebut memang diajukan oleh Asosiasi sopir logistik dengan berbagai alasan, salah satunya meminta penyeberangan Ketapang - Lembar kembali dibuka, dikarenakan biaya operasional lebih murah dibandingkan melalui lintas Jangkar, Situbondo - Lembar.

"Mereka hanya meminta adanya peningkatan pelayanan demi kenyamanan para sopir, sehingga kita memfasillitasi melalui rapat hearing agar ada penjelasan dari seluruh pihak terkait," ungkapnya.

Dalam hearing itu, lanjut Made, sudah dijawab oleh seluruh pihak dengan baik, seperti halnya untuk membuka kembali lintasan penyeberangan Ketapang - Lembar belum bisa di akomodir karena dermaga yang digunakan untuk penyeberangan Ketapang – Lembar kala itu saat ini dipakai untuk pelayanan penyeberangan Ketapang - Gilimanuk.

"Untuk kemungkinan dibukanya kembali tentu bisa saja, namun itu semua ranah ASDP. Yang jelas, kita sebagai lembaga Dewan hanya mendorong untuk bisa dilakukan komunikasi yang baik," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi, I Putu Gede Widiyana mengatakan, bahwa penyeberangan Jangkar - Lembar memang cukup lesu. Bahkan, beberapa pengusaha kapal banyak yang mundur.

"Satu per satu pengusaha kapal mundur, mungkin saat ini hanya dua kapal yang masih beroperasi di Jangkar - Lembar," sebutnya.

Putu menyebut, jika lesunya pelabuhan Jangkar - Lembar tentu pengaruh utamanya dari selera driver atau sopir. Bisa jadi mereka memilih lokasi yang lebih dekat, jika dibandingkan di Jangkar yang harus menempuh jarak yang lumayan dulu.

"Kita tentu tidak bisa memakasakan sopir untuk naik kapal di Jangkar, kita pengusaha kapal hanya bisa memilih operator kapal sesuai SOP," sebutnya.

Putu mengaku sepakat jika Ketapang - Lembar kembali dibuka. Tetapi harus dipertimbangkan, apakah tidak mengganggu operasional pelabuhan Ketapang - Gilimanuk.

"Memang dari segi pengusaha, kita lebih baik Ketapang - Lembar. Tetapi, kita sebagai pengusaha kapal tentu sangat senang kita ada jalur baru untuk dibukanya penyeberangan baru," pungkasnya.***

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

HARYADI Banyuwangi