Cerita Guru Senior SDN Bondowoso soal Program MBG di SPPG Tumpeng: Anak Giat Sekolah, Wali Murid Hemat
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Lombok Wetan, Bondowoso, tak hanya tingkatkan asupan gizi siswa, tapi juga bantu hemat pengeluaran wali murid.
KABAR RAKYAT, BONDOWOSO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Tumpeng di SDN Lombok Wetan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, membawa dampak positif bagi siswa dan keluarga mereka.
Tak hanya soal gizi, program ini rupanya bikin orang tua siswa menarik napas lega.
Ya, program unggulan pemerintah ini diakui mampu meringankan beban ekonomi rumah tangga para wali murid. Apalagi bagi mereka yang masuk kategori menengah ke bawah, kehadiran MBG benar-benar terasa manfaatnya.
Kehadiran MBG dinilai memberi manfaat nyata, terutama bagi keluarga dari kalangan menengah ke bawah. Uang saku anak yang biasa dikeluarkan setiap hari kini bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih prioritas di rumah.
Subandi, Guru Kelas SDN Lombok Wetan mengatakan, para wali murid menyampaikan langsung dampak program tersebut terhadap kondisi ekonomi keluarga.
Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya jatah makan siang bergizi yang diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.
"Sejak adanya program MBG ini, wali murid merasa sangat terbantu dalam kebutuhan harian anak-anak mereka," ujar Guru senior di SDN Lombok Wetan, sapaan akrab Subandi pada media, Sabtu (7/3/2026).
Dia menjelaskan, jumlah penerima manfaat MBG di sekolahnya mencapai puluhan siswa. Dari total keseluruhan murid, antusiasme dan kepuasan mereka terhadap program ini terbilang tinggi.
Menurutnya, sekitar 60 persen wali murid berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah. Bahkan, sekitar 75 persen siswa di sekolah tersebut tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Artinya, program ini benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan secara tepat sasaran.
Kondisi tersebut membuat program MBG sangat relevan dan tepat sasaran. Subandi menilai bantuan makanan bergizi ini secara langsung mengurangi pengeluaran harian orang tua. Tak perlu lagi pusing memikirkan bekal atau uang jajan anak setiap pagi.
"Uang saku anak otomatis berkurang. Belanja kebutuhan makanan di rumah juga ikut menurun," katanya dengan nada optimis.
Selain dampak ekonomi, Subandi mengapresiasi kualitas menu yang disajikan oleh SPPG Tumpeng. Dapur umum yang mengolah makanan MBG ini dinilai serius dalam menyiapkan hidangan bergizi bagi para siswa.
Dia menilai selama ini komposisi makanan sudah memenuhi standar gizi bagi anak usia sekolah. Protein, karbohidrat, dan vitamin terlihat lengkap dalam setiap piring yang disajikan. Tak heran jika anak-anak lahap menyantapnya.
Dia menambahkan, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap menu yang disajikan, khususnya susu dan buah-buahan. Dua item ini selalu jadi rebutan dan habis dalam sekejap begitu waktu makan tiba.
Subandi juga mengungkapkan adanya perubahan pola makan pada siswa sejak program MBG berjalan. Fenomena menarik terjadi di kantin sekolah.
Anak-anak yang sebelumnya kurang menyukai sayur, kini mulai terbiasa mengonsumsinya. Ini kabar baik bagi masa depan generasi muda yang sehat dan kuat.
"Sekarang sayur sudah dimakan. Menu yang disajikan hampir selalu habis," ucapnya bangga.
Pihak sekolah berharap program MBG dari SPPG Tumpeng terus berlanjut dengan peningkatan variasi menu, sehingga manfaat gizi dan dampak ekonomi bagi keluarga siswa bisa semakin optimal. Dengan begitu, generasi Bondowoso tumbuh sehat dan cerdas tanpa membebani kantong orang tua.
What's Your Reaction?