Dari Dapur hingga Distribusi, SPPG Tumpeng Jaga Ketat Keamanan Makanan

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tumpeng terus memperkuat penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) kebersihan dan keamanan pangan dalam setiap proses pengolahan makanan.

Jan 28, 2026 - 13:11
 0
Dari Dapur hingga Distribusi, SPPG Tumpeng Jaga Ketat Keamanan Makanan
Suasana dapur di SPPG Tumpeng saat memasak MBG untuk KPM

KABAR RAKYAT, BONDOWOSO – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tumpeng terus memperkuat penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) kebersihan dan keamanan pangan dalam setiap proses pengolahan makanan. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh makanan yang diproduksi tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga memenuhi standar gizi seimbang.

Kepala SPPG Tumpeng, Amelia Putri A, menjelaskan bahwa penerapan SOP kebersihan menjadi fokus utama seluruh dapur SPPG di Kabupaten Bondowoso. Bahkan, secara rutin dilakukan pertemuan antar kepala dapur, akuntan, dan ahli gizi, termasuk yang tergabung dalam Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi).

“Perkumpulan SPPG se-Kabupaten Bondowoso dilakukan sebulan sekali. Di sana kami membahas SOP kebersihan, mulai dari pembersihan penyaringan lemak, pembagian dua shift untuk memastikan dapur selalu bersih 24 jam, sampai pengecekan harian oleh kepala dapur dan bagian kebersihan,” ujar Amelia saat ditemui, Rabu (28/1/2026).

Wanita asal Kota Kulon itu menuturkan, pengawasan kebersihan dapur, peralatan, dan tenaga pengolah makanan dilakukan setiap hari. Selain itu, seluruh petugas SPPG telah mendapatkan pelatihan khusus terkait higienitas dan keamanan pangan dengan mendatangkan langsung Dinas Kesehatan Bondowoso.

“Pelatihan ini penting agar semua petugas memahami cara pengolahan makanan yang benar, higienis, dan sesuai standar kesehatan,” tambahnya.

Dalam proses pemilihan bahan baku, SPPG Tumpeng hanya bekerja sama dengan pemasok yang telah diseleksi. Setiap bahan yang datang diperiksa secara fisik, mulai dari warna, bau, tekstur, kondisi kemasan, hingga tanggal kedaluwarsa.

“Bahan segar seperti sayur, daging, dan ikan harus dalam kondisi baik dan tidak terkontaminasi. Setelah itu dicuci dengan air mengalir dan disimpan terpisah sesuai jenisnya. Kami juga menerapkan prinsip FIFO agar tidak ada bahan yang terlalu lama disimpan,” jelas Amelia.

Untuk memastikan makanan tetap aman hingga diterima konsumen, makanan matang dikemas menggunakan wadah bersih, tertutup, dan food grade. Distribusi dilakukan secepat mungkin setelah memasak.

“Kebersihan wadah dan kendaraan distribusi sangat diperhatikan. Petugas juga wajib menggunakan sarung tangan, masker, dan penutup kepala, serta menjaga suhu makanan agar tetap aman,” terangnya.

SPPG Tumpeng juga melakukan evaluasi dan audit internal secara rutin. Saat ini, evaluasi bahkan dilakukan seminggu sekali karena program masih dalam tahap awal.

Selain aspek keamanan, kualitas gizi juga menjadi perhatian utama. Penyusunan menu selalu melibatkan ahli gizi untuk memastikan makanan memenuhi prinsip gizi seimbang.

“Menu disusun berdasarkan kebutuhan gizi, memperhatikan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Kami juga melakukan perhitungan nilai gizi, variasi menu harian, dan evaluasi berkala agar kualitas gizi tetap terjaga,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow