Polres Situbondo Sterilkan TKP Pasca Ledakan Mercon, Warga Dilarang Dekat Radius 10 Meter
Ledakan dahsyat Mercon di Kampung Mimbo Situbondo menewaskan satu orang. Polisi menetapkan radius steril 10 meter dan menemukan puluhan petasan jumbo yang diduga bagian dari produksi bahan peledak ilegal.
KABAR RAKYAT,SITUBONDO – Aparat kepolisian Polres Situbondo melakukan sterilisasi ketat pasca ledakan dahsyat yang menewaskan satu orang dan melukai sejumlah warga di Kampung Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Rabu siang (18/2/2026).
Proses pengamanan dipimpin langsung oleh AKBP Bayu Anuwar Sidiqie selaku Kapolres Situbondo.
Area di sekitar pusat ledakan kini dipasangi garis polisi untuk mencegah warga mendekat.
Petugas menetapkan radius aman sejauh 10 meter dari titik ledakan guna mengantisipasi kemungkinan adanya bahan peledak lain yang belum meledak.
Kapolres menegaskan bahwa sterilisasi lokasi merupakan prioritas utama. Ia menyebut langkah tersebut tidak bisa ditawar karena keselamatan warga dan petugas harus diutamakan.
“TKP harus benar-benar steril. Kami tidak mau mengambil risiko sekecil apa pun jika masih ada pemicu ledakan susulan di bawah puing bangunan,” tegasnya.
Sambil menunggu tim ahli, personel Polres Situbondo bersama Tim Inafis melakukan penyisiran di area luar lokasi.
Dari hasil identifikasi awal, petugas menemukan puluhan petasan berukuran jumbo yang sudah dalam kondisi jadi.
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa lokasi ledakan digunakan sebagai tempat produksi bahan peledak ilegal di tengah permukiman warga.
Polisi kini mendalami asal bahan serta jaringan yang terlibat.
Untuk penanganan lanjutan, kepolisian telah berkoordinasi dengan Gegana Satbrimob Polda Jatim.
Tim penjinak bom itu dijadwalkan turun melakukan pemeriksaan teknis karena material yang ditemukan memiliki daya rusak tinggi dan sangat sensitif.
Kapolres menambahkan, peralatan khusus dari tim Gegana diperlukan guna mendeteksi sisa mesiu atau bahan peledak lain yang mungkin masih tertimbun di reruntuhan bangunan.
Ia juga menyayangkan masih adanya warga yang nekat merakit bahan peledak dengan alasan tradisi menjelang Ramadan. Menurutnya, praktik tersebut bukan lagi tradisi melainkan pelanggaran hukum serius.
“Ini bukan soal budaya, ini tindak pidana berat yang membahayakan nyawa banyak orang. Kami akan mengusut tuntas siapa pun yang terlibat,” tegasnya.
Polisi memastikan penyelidikan terus dikembangkan untuk mengungkap pemilik bahan peledak serta jalur distribusinya. Sementara itu, warga diminta tetap menjauhi lokasi hingga proses sterilisasi dinyatakan selesai.
Penulis : Khairul
What's Your Reaction?