PKB Sumenep Resmi Kantongi SK, Anak Muda Jadi Amunisi Hadapi Tantangan Politik
DPC PKB Sumenep resmi menerima SK kepengurusan periode 2026-2031. Regenerasi melalui pelibatan anak muda dan perempuan menjadi strategi baru memperkuat kerja politik yang diklaim lebih dekat dengan kepentingan masyarakat.
SUMENEP – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep resmi memasuki babak baru setelah menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan periode 2026-2031 dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Sabtu (4/7/2026).
SK tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, kepada Ketua DPC PKB Sumenep, KH M. Kamalil Irsyad, sebagai penanda dimulainya kepengurusan baru yang membawa semangat regenerasi.
Momentum penyerahan SK itu tidak sekadar menjadi agenda administratif partai. Kepengurusan baru juga memuat pesan politik bahwa PKB Sumenep ingin memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas jangkauan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua DPC PKB Sumenep KH M. Kamalil Irsyad menegaskan, kepengurusan baru membawa komitmen untuk meningkatkan kerja-kerja politik yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, PKB selama ini menjadi rumah aspirasi politik, khususnya bagi warga Nahdlatul Ulama dan umat Islam secara umum. Karena itu, fungsi partai tidak boleh berhenti pada aktivitas organisasi semata.
"Kami akan berupaya meningkatkan kerja-kerja politik untuk kepentingan masyarakat. Persoalan dan aspirasi masyarakat menjadi salah satu kewajiban kami untuk diperjuangkan melalui pendekatan politik, baik di eksekutif maupun legislatif," ujarnya usai menerima SK.
Ia menegaskan, arah perjuangan PKB ke depan tidak hanya berkutat pada agenda perebutan suara dalam setiap pemilu. Partai, kata dia, harus mampu menghadirkan gagasan dan aksi nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Bagi Kamalil, politik semestinya menjadi instrumen perjuangan, bukan sekadar jalan menuju kekuasaan. Politik harus mampu menjawab kebutuhan publik melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Karena itu, setiap kader PKB dituntut hadir di tengah masyarakat dengan membawa solusi atas berbagai persoalan yang berkembang, bukan hanya muncul ketika momentum politik tiba.
"Politik sejatinya hadir untuk merespons aspirasi masyarakat. Keterlibatan kami dalam politik bertujuan agar harapan dan kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan serta diwujudkan dengan baik di dalam pemerintahan," tegasnya.
Selain memperkuat orientasi pelayanan publik, kepengurusan baru PKB Sumenep juga menonjolkan proses regenerasi melalui pelibatan generasi muda dalam struktur organisasi.
Langkah tersebut dinilai sebagai respons atas bonus demografi yang menempatkan anak muda sebagai kekuatan penting dalam menentukan arah politik dan pembangunan daerah pada masa mendatang.
PKB membuka ruang bagi kalangan muda yang memiliki minat, kapasitas, dan komitmen untuk belajar serta berproses dalam politik praktis melalui organisasi partai.
Tak hanya itu, kepengurusan periode 2026-2031 juga memperbesar keterwakilan perempuan. Komposisi pengurus perempuan bahkan disebut telah melampaui batas minimal sebagaimana ketentuan yang berlaku.
Dengan kombinasi tokoh senior, anak muda, dan perempuan dalam struktur baru, PKB Sumenep berharap mampu menghadirkan wajah politik yang lebih adaptif, inklusif, sekaligus memperkuat peran partai dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat di tingkat eksekutif maupun legisatif.
What's Your Reaction?