Warga Bergerak, Jalan Diperbaiki: Swadaya Makelar Akhirat Jadi Alarm Perbaikan Infrastruktur

Meski demikian, Yusdeny menekankan langkah swadaya tersebut bukan bentuk perlawanan terhadap pemerintah daerah. Ia justru berharap aksi warga dapat menjadi pengingat bahwa infrastruktur jalan merupakan kebutuhan mendesak yang tak bisa ditunda.

Mar 4, 2026 - 15:22
Mar 4, 2026 - 15:26
 0
Warga Bergerak, Jalan Diperbaiki: Swadaya Makelar Akhirat Jadi Alarm Perbaikan Infrastruktur
Komunitas Makelar Akhirat saat menambal jalan berlubang di Jalan Cokroaminoto, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso.

KABAR RAKYAT, BONDOWOSO – Aksi swadaya yang dilakukan Komunitas Makelar Akhirat di Jalan Cokroaminoto, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso, bukan sekadar tambal sulam jalan berlubang. 

Lebih dari itu, langkah ini menjadi alarm keras soal urgensi keselamatan pengguna jalan dan pentingnya respons cepat terhadap infrastruktur rusak.

Perbaikan dilakukan Sabtu malam (28/2/2026), menyasar ruas sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer, mulai dari kawasan Pasar Sapi hingga arah RS Mitra Medika. Lubang-lubang yang sebelumnya tertutup genangan air ditimbun menggunakan material hasil patungan anggota komunitas.

Founder Makelar Akhirat, Yusdeny Lanasakti, menegaskan aksi tersebut lahir dari keprihatinan atas kondisi jalan yang dinilai membahayakan, terutama pada malam hari ketika penerangan minim.

“Sepanjang Jalan Cokroaminoto kita tembel yang berlubang. Ini soal keselamatan. Jangan sampai ada korban lagi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).

Menurut Yusdeny, titik-titik berlubang kerap tak terlihat karena tertutup air hujan. Ia bahkan mengaku pernah menyaksikan langsung seorang ibu yang membonceng anaknya terjatuh akibat lubang yang tak kasatmata. Peristiwa itu menjadi pemantik komunitas untuk bergerak.

"Aksi ini menghabiskan dana sekitar Rp 5 juta hingga Rp 6 juta. Seluruh biaya berasal dari iuran anggota dan simpatisan," ungkapnya.

Ia menyebut, sebagian menyumbang uang, sebagian lain menyuplai batu koral dan kebutuhan teknis lainnya.

Meski demikian, Yusdeny menekankan langkah swadaya tersebut bukan bentuk perlawanan terhadap pemerintah daerah. Ia justru berharap aksi warga dapat menjadi pengingat bahwa infrastruktur jalan merupakan kebutuhan mendesak yang tak bisa ditunda.

“Ini bukan soal percaya atau tidak percaya. Tapi soal tindakan nyata. Jalan itu fasilitas umum, dan keselamatan warga harus jadi prioritas,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi terbuka apabila terdapat kendala anggaran atau kebijakan efisiensi. 

Menurutnya, transparansi akan mencegah munculnya persepsi negatif di tengah masyarakat.

Komunitas Makelar Akhirat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen dan menyeluruh di ruas tersebut. Aksi swadaya, bagi mereka, hanyalah solusi sementara—sementara keselamatan warga membutuhkan langkah yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow