7.445 KK di Jember terdampak Banjir, Bupati Fawait: Seluruh Unsur Kami Libatkan Untuk Percepat Pemulihan

Feb 16, 2026 - 13:46
 0
7.445 KK di Jember terdampak Banjir, Bupati Fawait: Seluruh Unsur Kami Libatkan Untuk Percepat Pemulihan
Jembatan di Desa Jubung Kecamatan Sukorambi, rusak dampak banjir yang melanda beberapa waktu lalu

KABAR RAKYAT, JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus mempercepat penanganan dan pemulihan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.

 

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan, ribuan warga terdampak akibat bencana hidrometeorologi tersebut, namun kondisi di lapangan kini berangsur pulih.

Dalam wawancara salah satu TV Swasta Nasional, Senin (16/2/2026) Pagi, melalui sambungan daring.

 Fawait memaparkan, banjir telah berdampak pada 7.445 kepala keluarga yang tersebar di 23 desa pada 10 kecamatan di Kabupaten Jember. 

Sebagian warga sempat mengungsi ke tempat aman, sementara satu korban jiwa dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik saat membersihkan rumah pascabanjir.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menunjukkan, genangan banjir merendam sejumlah kawasan permukiman dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter.

 Wilayah terdampak di antaranya berada di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji, serta Desa Glundengan Kecamatan Wuluhan.

 Banjir dipicu luapan Sungai Bedadung dan Sungai Dinoyo yang berhulu di kawasan Pegunungan Argopuro, menyusul tingginya intensitas hujan.

 Fawait menegaskan, status tanggap darurat bencana telah ditetapkan sejak 12 Februari dan berlaku hingga 26 Februari 2026.  

Selama masa tersebut, pemerintah daerah memprioritaskan evakuasi warga, pendirian posko darurat, penyaluran bantuan logistik, serta koordinasi lintas sektor guna menjamin keselamatan masyarakat.

“Penanganan darurat langsung kami lakukan begitu status ditetapkan. Seluruh unsur kami libatkan agar warga terdampak mendapat perlindungan dan bantuan secara cepat,” ujar Fawait.

 Seiring surutnya air, Pemkab Jember mulai menggeser fokus ke tahap pemulihan. Sejumlah infrastruktur dan fasilitas umum yang rusak akibat terjangan banjir akan segera diperbaiki.

 Normalisasi sungai, penguatan tanggul, serta pembenahan sistem drainase menjadi agenda utama, guna menekan risiko banjir berulang.

 Bupati Jember juga menyampaikan, sebagian besar warga yang sebelumnya mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing dan mulai melakukan pembersihan lingkungan.

 Pemerintah daerah tetap melakukan pendampingan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

 “Alhamdulillah kondisi sudah membaik. Kami pastikan proses pemulihan berjalan dan warga bisa kembali beraktivitas dengan aman,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. 

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Jember mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai, agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. (Rok)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow