Seluruh Relawan SPPG Bondowoso Pujer Mangli Sudah Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, Sejak Oktober 2025
Sebanyak 50 relawan SPPG Mengli Bondowoso resmi terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan sejak awal operasional. Langkah ini menjadi komitmen perlindungan kerja dan jaminan sosial bagi relawan dapur gizi.
BONDOWOSO – Program perlindungan tenaga kerja menjadi perhatian serius dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso Pujer, Mengli.
Sejak bulan Oktober 2025, pengelola SPPG memastikan seluruh relawan yang terlibat mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan kerja.
Sebanyak 50 relawan yang bertugas di dapur pelayanan gizi tersebut kini telah terdaftar dan terlindungi dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Langkah ini mulai diterapkan sejak Oktober 2025 hingga saat ini, bertepatan dengan dimulainya operasional dapur SPPG di wilayah tersebut.
Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya memastikan relawan memperoleh perlindungan sejak hari pertama menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Kepala SPPG Mengli, Dila Maufida, menegaskan bahwa perlindungan tenaga kerja merupakan bagian penting dalam membangun sistem kerja yang profesional dan bertanggung jawab.
“Seluruh relawan tanpa terkecuali telah kami daftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Dila, saat dikonfirmasi lewat akun whatsappnya, Minggu (12/04/2026).
Lebih lanjut, Dila menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 50 relawan aktif yang terlibat dalam operasional dapur, dan semuanya mendapatkan perlindungan yang sama tanpa pengecualian.
Program yang diikuti meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), yang disesuaikan dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Dila, kedua program tersebut sudah cukup memberikan perlindungan dasar terhadap risiko kerja yang mungkin terjadi selama relawan menjalankan tugasnya.
Selama operasional berlangsung, ia menyebut belum pernah terjadi insiden kerja yang memerlukan penanganan dari BPJS Ketenagakerjaan.
Hal itu menunjukkan bahwa standar keamanan kerja di dapur SPPG Mengli telah berjalan dengan baik dan sesuai prosedur yang ditetapkan.
“Meski demikian, kami tetap mengedepankan pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap potensi risiko. Edukasi dan pengawasan terus kami lakukan,” ungkapnya.
Dila menambahkan, ke depan pihaknya berharap perlindungan bagi relawan dapat semakin luas. “Harapannya, jaminan sosial ini bisa memberikan rasa aman dan kepastian ekonomi bagi relawan dan keluarganya saat menghadapi risiko kerja,” pungkasnya.
What's Your Reaction?