FGD ICN, Uji Kuesioner Penelitian Bondowoso Digital Democracy Initiative, Libatkan Ormas Hingga Organisasi Pers

ICN menggelar FGD di Bondowoso untuk menyusun Bondowoso Digital Demokrasi Index (BDDI), menyoroti meningkatnya penggunaan digital namun indeks IMDI masih rendah.

Apr 12, 2026 - 17:44
 0
FGD ICN, Uji Kuesioner Penelitian Bondowoso Digital Democracy Initiative, Libatkan Ormas Hingga Organisasi Pers
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Ijen Cendekia Nusantara dalam rangka penyusunan dan uji instrumen penelitian Bondowoso Digital Demokrasi Index (BDDI) di Hotel Grand Padis, Minggu (12/4/2026), melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas sektor.

BONDOWOSO – Ijen Cendekia Nusantara (ICN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun dan menguji instrumen penelitian Bondowoso Digital Demokrasi Index (BDDI), Minggu (12/4/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Padis dan diikuti berbagai elemen masyarakat lintas sektoral.

FGD ini merupakan bagian dari program Digital Democracy Initiative (DDI) yang diinisiasi oleh Yayasan Tifa Foundation bekerja sama dengan Civicus.

Peserta yang hadir berasal dari beragam latar belakang, mulai dari akademisi, organisasi non-pemerintah (NGO), organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi pers, hingga kelompok masyarakat rentan dan disablitas.

Lead Project kegiatan, Alfareza Firdaus yang akrab disapa Reza, menyebut FGD ini menjadi tahapan penting dalam memastikan kualitas instrumen penelitian.

“FGD ini merupakan bagian dari rangkaian program Digital Democracy Initiative dari Yayasan Tifa Foundation dan Civicus. Kami ingin memastikan bahwa instrumen penelitian yang disusun benar-benar teruji secara objektif,” ujar Reza.

Menurutnya, pelibatan berbagai pihak dalam FGD menjadi kunci untuk menghadirkan perspektif yang beragam dan memperkuat validitas hasil penelitian.

Ia menjelaskan, penyusunan indeks BDDI berangkat dari fenomena meningkatnya penggunaan teknologi digital di Kabupaten Bondowoso.

Reza menilai, masyarakat kini semakin aktif memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.

“Penggunaan digital di Bondowoso semakin masif. Tidak hanya untuk komunikasi, tetapi juga sebagai ruang partisipasi demokrasi,” jelasnya.

Namun demikian, ia juga menyoroti data dari Kementerian Komunikasi dan Digital yang menunjukkan bahwa Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Bondowoso masih tergolong rendah.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tingginya penggunaan digital dengan kualitas pembangunan ekosistem digital di daerah.

“Di satu sisi penggunaan digital meningkat, tetapi berdasarkan data IMDI, posisi Bondowoso masih relatif rendah dibanding wilayah Sekarkijang,” ungkapnya.

Hal tersebut dinilai penting untuk diteliti lebih dalam agar diperoleh gambaran menyeluruh tentang kondisi demokrasi digital di daerah.

Melalui penelitian ini, ICN berharap dapat merumuskan indikator yang komprehensif dalam mengukur kualitas demokrasi digital di Bondowoso.

Selain itu, hasil penelitian diharapkan menjadi rujukan bagi para pemangku kebijakan dalam merancang strategi pembangunan digital yang lebih inklusif.

“Kami berharap hasil penelitian ini mampu memberikan gambaran yang jelas sekaligus menjadi dasar kebijakan yang responsif terhadap perkembangan teknologi,” pungkas Reza.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow