SPPG Bondowoso Pujer Mangli Bagikan 2.482 Porsi MBG, Menu Telur Dua Kali Sepekan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bondowoso kembali menyalurkan 2.482 porsi makanan bergizi kepada siswa dan kelompok 3B. SPPG Pujer Mangli menghadirkan menu telur, abon lele, tumis tempe caisim, dan jeruk siam yang disusun berdasarkan evaluasi ahli gizi serta masukan masyarakat untuk mendukung pemenuhan gizi anak.
BONDOWOSO – Komitmen Pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak terus diwujudkan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso Pujer Mangli, sebanyak 2.482 porsi makanan bergizi kembali disalurkan kepada siswa dan kelompok 3B pada Sabtu (20/6/2026).
Menu yang disajikan kali ini terdiri dari nasi putih, telur, tumis tempe caisim, abon lele, dan jeruk siam. Untuk kelompok 3B, menu yang diberikan meliputi nasi putih, telur bacem, tumis tempe caisim, abon lele, serta jeruk siam sebagai pelengkap sumber vitamin.
Suasana makan bersama berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para siswa tampak menikmati hidangan yang disajikan, terutama menu telur dan abon lele yang menjadi salah satu lauk favorit penerima manfaat. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan keberlanjutan program pemerintah dalam memastikan pemenuhan gizi anak usia sekolah.
Penyusunan menu dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi, variasi rasa, serta tingkat penerimaan siswa. Kombinasi protein hewani dari telur, protein dari abon lele, serta sayuran caisim dan tempe dipilih untuk membantu memenuhi kebutuhan energi, vitamin, mineral, dan serat harian anak.
Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Bondowoso Pujer Mangli, Radhitya Setiawan, menjelaskan bahwa perubahan menu dilakukan berdasarkan arahan ahli gizi dan hasil evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program MBG.
"Tidak ada alasan khusus. Kami bersama ahli gizi menyesuaikan arahan dari Ibu Nanik agar menu telur wajib diberikan dua kali dalam satu minggu," ujar Radhitya Setiawan.
Selain mempertimbangkan aspek gizi, penyusunan menu juga memperhatikan masukan dari masyarakat. Menurut Radhiya, penggunaan caisim sebagai sayuran hari itu merupakan hasil aspirasi kader posyandu yang menginginkan variasi menu agar anak-anak tidak merasa bosan.
"Kalau sayur, kami menerima masukan dari ibu-ibu posyandu karena anak-anak sudah cukup sering mendapatkan wortel. Karena itu kami suguhkan tumis tempe caisim agar lebih bervariasi," katanya.
Ia menambahkan, evaluasi menu menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program MBG. Selain memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi, evaluasi dilakukan agar makanan yang disajikan tetap menarik dan disukai oleh penerima manfaat.
Sementara itu, pelaksanaan layanan dapur MBG sempat dihentikan sementara selama masa libur sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mendukung evaluasi tata kelola, efisiensi sumber daya, serta evaluasi operasional SPPG.
"Sesuai arahan BGN melalui SE Nomor 12 Tahun 2026, dapur diliburkan sementara dan tidak melayani peserta didik maupun nonpeserta didik. Masa ini digunakan untuk evaluasi tata kelola, efisiensi sumber daya, dan evaluasi SPPG," jelas Radhiya.
Melalui penyajian menu yang bergizi, variatif, dan disusun berdasarkan rekomendasi ahli gizi serta masukan masyarakat, SPPG Bondowoso Pujer Mangli terus mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan siap belajar. Program MBG diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi yang optimal sejak usia dini.
What's Your Reaction?