Kabupaten Jember Siap Jalankan Sekolah Rakyat, KBM Dimulai 13 Juli
JEMBER – Kabupaten Jember dipastikan siap menjalankan Program Sekolah Rakyat. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Kecamatan Ajung, dijadwalkan mulai berlangsung pada 13 Juli 2026.
Dengan kesiapan tersebut, Jember menjadi salah satu daerah yang paling siap melaksanakan program nasional itu.
Kesiapan tersebut dipastikan saat Bupati Jember Muhammad Fawait bersama jajaran Kementerian Sosial Republik Indonesia, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan pemerintah kecamatan meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Ajung, Kamis (9/7/2026).
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Program tersebut diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang berkualitas.
"Negara harus hadir memastikan tidak ada lagi anak Jember yang putus sekolah hanya karena persoalan biaya. Sekolah Rakyat menjadi ikhtiar bersama untuk membuka masa depan yang lebih baik bagi mereka," ujarnya.
Sekolah Rakyat di Kecamatan Ajung diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2. Seluruh kebutuhan siswa ditanggung pemerintah, mulai dari biaya pendidikan, asrama, makan gratis tiga kali sehari, makanan ringan dua kali sehari, hingga satu unit laptop untuk setiap siswa.
Berbagai fasilitas pendukung juga telah disiapkan, antara lain masjid, gedung serbaguna, dua lapangan basket, dan lapangan sepak bola berstandar FIFA.
Tak hanya berfokus pada pendidikan, pemerintah juga menyiapkan bantuan perbaikan rumah bagi orang tua siswa yang masih menempati rumah tidak layak huni. Menurut Fawait, program tersebut merupakan bentuk intervensi terpadu agar manfaat Sekolah Rakyat dapat dirasakan oleh seluruh keluarga penerima manfaat.
Selain itu, keberadaan Sekolah Rakyat di kawasan Jember Sport Garden (JSG) diharapkan mampu mendorong tumbuhnya pusat ekonomi baru di wilayah Ajung dan sekitarnya.
Sementara itu, pejabat Kementerian Sosial RI, M.O. Royani, menyampaikan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat secara nasional telah mencapai sekitar 90 persen. Namun, Jember menjadi salah satu daerah yang masuk kategori tier pertama atau paling siap memulai operasional.
"Registrasi siswa akan dimulai pada Senin, 13 Juli, kemudian dilanjutkan dengan masa pengenalan lingkungan sekolah. Sejak tanggal tersebut sudah dimulai aktivitas yang mengawali proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jember," katanya.
Royani menambahkan, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan telah disiapkan. Apabila masih terdapat kekurangan guru selama proses rekrutmen berlangsung, Pemerintah Kabupaten Jember akan membantu melalui penugasan guru yang tersedia sehingga proses belajar mengajar di jenjang SD, SMP, dan SMA dapat berjalan sesuai jadwal.
Dengan kesiapan tersebut, Kabupaten Jember menjadi salah satu daerah terdepan dalam pelaksanaan Program Sekolah Rakyat sekaligus memperkuat komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi. (zan)
What's Your Reaction?