Perluas Tembakau Ekspor di Klaten, PTPN I Bantu Petani dengan Sumur Bor

PTPN I Regional 5 memperluas areal tanam tembakau Besuki Na-Oogst di Klaten dari 25 hektare menjadi 50 hektare. Bersamaan dengan itu, perusahaan menyalurkan bantuan 38 sumur bor dan 7 mesin pompa air untuk mendukung produktivitas pertanian masyarakat.

Jun 5, 2026 - 15:39
 0
Perluas Tembakau Ekspor di Klaten, PTPN I Bantu Petani dengan Sumur Bor
PTPN I Regional 5 Gandakan Lahan Tembakau, Salurkan 38 Sumur Bor

KLATEN – PTPN I Regional 5 resmi memulai musim tanam tembakau tahun 2026 di Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Momentum tanam perdana itu sekaligus dibarengi penyaluran bantuan sosial berupa 38 titik sumur bor dan 7 unit mesin pompa air bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Region Head PTPN I Regional 5, Subagiyo, bersama jajaran manajemen perusahaan. Acara juga dihadiri para kepala desa, tokoh masyarakat, serta kelompok tani penerima manfaat program.

Pada musim tanam tahun ini, PTPN I Regional 5 melakukan perluasan lahan tembakau dari sebelumnya 25 hektare menjadi 50 hektare. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menghidupkan kembali potensi komoditas tembakau unggulan di Kabupaten Klaten.

Subagiyo mengatakan perluasan areal tanam menjadi momentum penting dalam pengembangan tembakau Klaten yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berorientasi pasar ekspor.

“Tanam perdana tahun ini menjadi momentum penting bagi pengembangan tembakau Klaten. Dengan peningkatan luas tanam dari 25 hektare menjadi 50 hektare, kami optimistis komoditas ini dapat terus berkembang, membuka lapangan kerja, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Komoditas yang dikembangkan merupakan tembakau Besuki Na-Oogst yang ditanam di bawah naungan atau TBN. Jenis tembakau ini dikenal sebagai salah satu bahan baku utama industri cerutu premium dunia.

Perusahaan menargetkan produktivitas mencapai 1.700 kilogram per hektare. Masa budidaya berlangsung sekitar tujuh bulan dengan siklus panen satu kali dalam setahun.

Hasil produksi tembakau tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor, terutama industri cerutu premium di Amerika Serikat dan sejumlah negara di kawasan Eropa.

Meski prospeknya menjanjikan, perusahaan mengakui budidaya tembakau saat ini menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya ketidakstabilan cuaca dan keterbatasan sumber daya manusia di lapangan.

Untuk menjaga kualitas produksi, berbagai langkah pengelolaan terus dilakukan. Mulai dari pengaturan sistem naungan, pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga penerapan pemupukan berimbang.

Selain itu, optimalisasi pengelolaan air juga menjadi fokus utama guna menjaga produktivitas tanaman di tengah perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar, PTPN I Regional 5 turut menyalurkan bantuan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa 38 titik sumur bor dan 7 unit mesin pompa air.

Bantuan tersebut disalurkan ke tujuh desa, yakni Towangsan, Sukorejo, Jetis, Pluneng, Nglinggi, Manjung, dan Karanglo. Total nilai program TJSL yang disalurkan mencapai Rp99,9 juta.

Salah satu penerima manfaat, Dalino, petani asal Desa Sukorejo, mengaku bantuan sumur bor dan pompa air sangat membantu aktivitas pertanian warga, terutama saat menghadapi musim kemarau.

“Kami mendoakan agar program tanam perdana tembakau PTPN I ini berjalan sukses dan mencapai target yang diharapkan,” kata Dalino.

Kepala Bagian Sekretariat dan Umum PTPN I Regional 5, Reggy Irawan Setiyobudi, menjelaskan program tersebut dijalankan dengan pendekatan Creating Shared Value (CSV). Berdasarkan evaluasi, program mencatat Social Return on Investment (SROI) sebesar 16,19 atau jauh melampaui target perusahaan. PTPN I Regional 5 berharap perluasan lahan tembakau dan dukungan infrastruktur air tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja baru, serta memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat Klaten.

 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow