Aksi River Run Sungai Watch Singgah di Lamongan Kampanyekan Kebersihan Sungai

Aksi River Run Sungai Watch singgah di Lamongan dalam kampanye kebersihan sungai. Tiga bersaudara Bencheghib menempuh 1.200 km dari Bali ke Jakarta untuk meningkatkan kesadaran lingkungan.

Apr 20, 2026 - 19:53
 0
Aksi River Run Sungai Watch Singgah di Lamongan Kampanyekan Kebersihan Sungai
Sejumlah peserta aksi “River Run” bersama tim Sungai Watch berfoto bersama usai kegiatan kampanye kebersihan sungai di Lamongan. Aksi ini menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju Jakarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

LAMONGAN – Tiga bersaudara pendiri Sungai Watch, yakni Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib, terus menggaungkan kampanye kebersihan sungai melalui aksi “River Run”.

Aksi tersebut dilakukan dengan berlari dari Bali menuju Jakarta sejauh sekitar 1.200 kilometer sebagai bentuk kampanye lingkungan berkelanjutan.

Dalam perjalanannya, tim singgah di Lamongan, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026), dan disambut langsung oleh Bupati Yuhronur Efendi.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai di berbagai daerah yang dilintasi.

Gary Bencheghib menjelaskan, aksi “River Run” bukan sekadar lari jarak jauh, melainkan juga misi untuk mengidentifikasi titik-titik sungai dengan tingkat pencemaran tertinggi.

“Kami ingin mengetahui sungai mana yang paling membutuhkan perhatian. Data ini nantinya akan disampaikan ke pemerintah pusat sebagai dasar pengambilan kebijakan,” ujar Gary.

Sepanjang rute di Jawa Timur, tim Sungai Watch melintasi sejumlah daerah seperti Banyuwangi, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, hingga Gresik.

Dari hasil pemantauan sementara, kondisi sungai di Lamongan dinilai relatif lebih bersih dibandingkan beberapa wilayah lain, terutama di Sidoarjo dan Surabaya bagian utara.

Sebagai bagian dari kampanye, Sungai Watch menerapkan teknologi trash barrier atau jaring apung untuk menahan sampah agar tidak mengalir ke laut.

Sampah yang terkumpul kemudian dipilah ke dalam berbagai kategori seperti plastik, botol, hingga logam sebelum diolah kembali menjadi produk daur ulang.

Selain itu, Sungai Watch juga menggalang partisipasi publik melalui program donasi, di mana setiap satu dolar yang disumbangkan dikonversikan untuk mengangkat satu kilogram sampah dari sungai.

Pendekatan tersebut dinilai efektif dalam mendorong keterlibatan masyarakat secara langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Bupati Yuhronur Efendi menyambut positif kampanye ini dan menilai sejalan dengan program daerah seperti “Lamongan Asri” dan “Lamongan Resik Megilan”.

“Kami berharap momentum ini memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai,” kata Yuhronur.


Penulis : Yoga

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow