Bupati Jember Sabet Penghargaan Penguat Demokrasi, Targetkan Kemiskinan Turun

Apr 21, 2026 - 18:17
 0
Bupati Jember Sabet Penghargaan Penguat Demokrasi, Targetkan Kemiskinan Turun
Kadis Kominfo, Regar Jeane Dealen Nangka, saat menerima penghargaan mewakili Bupati Jember Gus Fawait, dalam acara Berita Jatim Award 2026

KABAR RAKYAT, JEMBER — Bupati Jember, Muhammad Fawait, menerima penghargaan “Penguat Demokrasi Subkategori Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan” dalam peringatan HUT ke-20 Beritajatim.com di Surabaya, Selasa (21/4/2026).

Penghargaan tersebut diberikan atas langkah Pemerintah Kabupaten Jember dalam melakukan verifikasi dan validasi data warga secara langsung di lapangan. Pembaruan data dinilai menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

Bagi pemerintah daerah, akurasi data bukan sekadar urusan administratif, melainkan dasar seluruh intervensi program. Tanpa data yang valid, kebijakan berpotensi tidak menyentuh kelompok yang paling membutuhkan.

Dalam keterangannya, Fawait menegaskan penghargaan itu merupakan hasil kerja kolektif aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat dalam proses pendataan.

“Penghargaan ini saya persembahkan untuk ASN yang turun langsung ke lapangan, bahu-membahu mendata dan memvalidasi ulang data kemiskinan, baik dari unsur guru maupun tenaga kesehatan. Saya berterima kasih,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan lintas sektor, mulai dari tenaga pendidik hingga tenaga kesehatan, menjadi kunci dalam memastikan akurasi data di lapangan.

“Semua bersatu untuk memastikan data kemiskinan akurat,” kata Fawait.

Fawait menekankan, kemiskinan bukan persoalan tunggal, melainkan berkaitan erat dengan berbagai masalah sosial lain, seperti stunting, kematian ibu dan bayi, hingga kriminalitas.

“Kemiskinan dapat memicu berbagai persoalan, seperti stunting, kematian ibu dan bayi, hingga kriminalitas. Karena itu, kami akan terus berupaya menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Jember mencatat penurunan angka kemiskinan pada 2025 yang termasuk salah satu terbaik di Jawa Timur, khususnya di kawasan Tapal Kuda. Namun, capaian tersebut dinilai belum cukup.

“Meski penurunan angka kemiskinan pada 2025 termasuk yang terbaik di Jawa Timur dan Tapal Kuda, capaian itu belum cukup,” kata dia.

Pemkab Jember menargetkan penurunan angka kemiskinan absolut hingga di bawah 200 ribu jiwa, mengingat dalam satu dekade terakhir angka tersebut masih berada di atas batas tersebut.

“Kami menargetkan angka kemiskinan absolut turun di bawah 200 ribu jiwa. Selama 10 tahun terakhir, angkanya masih di atas itu,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah menyiapkan strategi jangka pendek, menengah, dan panjang dengan menitikberatkan pada ketepatan data serta integrasi program.

“Saya dan tim akan bekerja keras menurunkan angka kemiskinan melalui strategi yang telah disiapkan, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang,” kata Fawait. (zan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow