Damkar Terbatas, Pemkab Bangkalan Rencanakan Tambah Empat Unit Baru

Keterbatasan armada pemadam kebakaran di Bangkalan menjadi sorotan. Pemkab mengusulkan penambahan empat unit damkar senilai Rp24 miliar untuk mempercepat penanganan kebakaran di wilayah kecamatan.

Apr 6, 2026 - 23:44
 0
Damkar Terbatas, Pemkab Bangkalan Rencanakan Tambah Empat Unit Baru
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Bangkalan, Mochammad Arief Mahmud, saat memberikan keterangan terkait keterbatasan armada dan sumber daya manusia dalam upaya penanganan kebakaran di wilayah Bangkalan.

BANGKALAN – Meningkatnya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat hingga daerah terpencil menjadi perhatian serius di Kabupaten Bangkalan. Keterbatasan armada pemadam kebakaran yang masih terpusat di ibu kota kabupaten menjadi kendala utama dalam penanganan cepat dan efektif.

Selain itu, jarak tempuh yang jauh serta kondisi jalan yang sempit dan rusak turut memperlambat respons petugas saat menuju lokasi kebakaran. Kondisi ini menyebabkan api kerap membesar sebelum berhasil dipadamkan, bahkan tak jarang sudah padam dengan sendirinya saat petugas tiba.

Sejumlah kejadian kebakaran belakangan ini menunjukkan lamanya waktu respons menjadi faktor utama tingginya kerugian material dan ancaman keselamatan warga. Hal ini mendorong masyarakat mendesak pemerintah daerah agar mengambil langkah strategis.

Warga Kwanyar, Hasan, menilai penempatan armada pemadam kebakaran di setiap kecamatan menjadi solusi yang mendesak. “Kalau mobil pemadam ada di setiap kecamatan, penanganan bisa lebih cepat. Tidak perlu menunggu dari kota yang jaraknya cukup jauh,” ujarnya usai kebakaran di Pasar Hewan Kwanyar, Sabtu (4/4/2026).

Masyarakat berharap keberadaan mobil damkar di 18 kecamatan dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran. Selain itu, pelatihan bagi relawan dan perangkat desa dinilai penting untuk penanganan awal sebelum petugas tiba.

Kasatpol PP Bangkalan, Mohammad Hasbullah, mengakui kendala geografis menjadi tantangan dalam pelayanan pemadam kebakaran. Ia menyebut idealnya setiap wilayah memiliki unit sendiri.

Saat ini kami merencanakan pengadaan empat unit untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, namun tetap bergantung pada kemampuan anggaran daerah,” jelasnya.

Melalui Satuan Polisi Pamong Praja, Pemkab Bangkalan telah mengajukan proposal ke Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan untuk pengadaan empat unit damkar di empat wilayah, yakni Kecamatan Blega, Kwanyar, Kokop, dan Sepulu, dengan estimasi anggaran sekitar Rp24 miliar.j

Namun, pemerintah daerah diingatkan tidak hanya fokus pada pengadaan armada, melainkan juga sarana pendukung seperti ketersediaan sumber air, akses jalan, serta sistem komunikasi yang memadai.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Mochammad Arief Mahmud, mengungkapkan pihaknya saat ini hanya memiliki tiga unit mobil damkar aktif, terdiri dari satu unit rescue, satu damkar besar, dan satu damkar sedang, yang kondisinya sudah cukup tua.

Saat ini kami hanya memiliki tiga mobil yang siap 24 jam, namun kondisinya sudah tua dan perlu peremajaan,” terangnya.

Ia menambahkan, keterbatasan sumber daya manusia juga menjadi kendala serius. Idealnya satu unit damkar membutuhkan hingga 24 personel untuk operasional penuh 24 jam, sementara saat ini jumlah petugas yang tersedia masih jauh dari kebutuhan.

Jika tiga unit, idealnya membutuhkan 72 personel. Saat ini kami hanya memiliki 43 petugas, sehingga per unit hanya diisi enam orang,” jelasnya.

Dengan adanya persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri, Pemkab Bangkalan diharapkan dapat menambah armada sekaligus membangun posko di empat wilayah tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat respons dan meningkatkan perlindungan masyarakat dari risiko kebakaran.

Penulis :Luhur Utomo

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow