Dari UHC hingga Beasiswa 20 Ribu Mahasiswa, Ini Strategi Bupati Jember Tekan Kemiskinan
Dari UHC hingga Beasiswa 20 Ribu Mahasiswa, Ini Strategi Pemkab Jember Tekan Kemiskinan
KABAR RAKYAT, JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat berbagai program prioritas untuk menekan angka kemiskinan, mulai dari perluasan layanan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC) hingga pemberian beasiswa bagi 20 ribu mahasiswa asal Jember.
Hal tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait saat kegiatan Buka Puasa Bersama dan Silaturahmi Tokoh Pemuda di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (7/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Fawait memaparkan sejumlah tantangan besar yang dihadapi Kabupaten Jember ketika dirinya mulai memimpin daerah tersebut lebih dari satu tahun lalu. Salah satu persoalan utama adalah tingginya angka kemiskinan.
Secara absolut, Kabupaten Jember menempati posisi kedua tertinggi angka kemiskinan di Jawa Timur, bahkan menjadi yang tertinggi untuk kategori kemiskinan ekstrem di provinsi tersebut.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah memprioritaskan pembenahan sektor kesehatan.
Saat itu, Pemkab Jember menghadapi persoalan serius berupa utang rumah sakit daerah yang mencapai Rp214 miliar serta kondisi tiga rumah sakit daerah yang hampir mengalami kolaps.
Pemerintah kemudian melakukan efisiensi anggaran dengan menunda pengadaan kendaraan dinas, mengurangi kegiatan seminar, serta memangkas belanja yang tidak berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan.
Anggaran tersebut kemudian dialihkan untuk memperkuat sektor kesehatan, termasuk memperluas jaminan kesehatan masyarakat melalui program UHC Prioritas.
Langkah tersebut mulai menunjukkan hasil. Pendapatan RSUD dr. Soebandi meningkat signifikan dari sekitar Rp15 miliar menjadi Rp31 miliar dalam waktu kurang dari satu tahun.
Selain sektor kesehatan, pemerintah daerah juga memprioritaskan perbaikan infrastruktur pendidikan.
Berdasarkan data pemerintah, terdapat 1.532 sekolah di Jember yang mengalami kerusakan berat.
Melalui dukungan anggaran dari APBD dan APBN, pemerintah daerah melakukan perbaikan secara bertahap. Pada tahun 2025, hampir 40 persen sekolah rusak berat telah berhasil diperbaiki.
Pemkab Jember juga meluncurkan program beasiswa bagi 20 ribu mahasiswa asal Jember sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Di sisi lain, inovasi pelayanan publik juga terus dikembangkan melalui sistem pengaduan masyarakat “Wadul Gus’e”, yang memungkinkan warga menyampaikan berbagai persoalan secara langsung kepada pemerintah daerah.
Hingga saat ini, hampir 12 ribu aduan masyarakat telah masuk melalui kanal tersebut dengan tingkat penyelesaian mencapai sekitar 87 persen.
Selain itu, reformasi layanan administrasi kependudukan juga dilakukan dengan menghadirkan fasilitas pencetakan KTP di 28 kecamatan di luar wilayah perkotaan, guna mempermudah masyarakat di wilayah pinggiran.
Fawait menegaskan, seluruh program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ukuran keberhasilan pemerintah daerah bukan banyaknya program, tetapi apakah angka kemiskinan bisa turun,” tandasnya. (Rok)
What's Your Reaction?