Jalan Rusak Masih Jadi PR, Pemkab Bondowoso Fokus Perbaikan 134 Titik di 2026
Program yang dijalankan melalui Dinas Binamarga, Sumberdaya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) ini menyasar ruas-ruas dengan kondisi paling parah, termasuk di Kecamatan Prajekan dan Pujer yang selama ini dikeluhkan warga karena akses jalan yang kurang layak.
KABAR RAKYAT, BONDOWOSO – Kerusakan jalan di berbagai wilayah Kabupaten Bondowoso masih menjadi keluhan utama masyarakat. Menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso akhirnya memprioritaskan perbaikan 134 titik jalan pada tahun 2026.
Program yang dijalankan melalui Dinas Binamarga, Sumberdaya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) ini menyasar ruas-ruas dengan kondisi paling parah, termasuk di Kecamatan Prajekan dan Pujer yang selama ini dikeluhkan warga karena akses jalan yang kurang layak.
Tak hanya wilayah pinggiran, perbaikan juga menyentuh jalur strategis dalam kota seperti Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan MT Haryono. Kedua ruas ini dinilai vital karena menjadi jalur aktivitas ekonomi dan mobilitas warga sehari-hari.
Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, menyebutkan bahwa penentuan lokasi didasarkan pada data kerusakan yang dihimpun sepanjang 2025. Namun, ia mengakui keterbatasan anggaran membuat tidak semua titik bisa langsung tertangani.
“Prioritas kami adalah titik dengan kondisi terparah. Tapi memang belum semuanya bisa dikerjakan sekaligus,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (5/4/2026).
Dari total rencana penanganan sepanjang 35 kilometer, beberapa ruas bahkan membutuhkan penanganan ekstra. Masalah utama yang dihadapi bukan hanya kerusakan jalan, tetapi juga buruknya sistem drainase yang menyebabkan genangan dan mempercepat kerusakan.
"Karena itu, sebagian proyek tidak hanya fokus pada perbaikan jalan, tetapi juga dibarengi dengan pembenahan saluran air di sejumlah titik rawan," ujarnya.
Ansori menyebut, Pemkab Bondowoso mengalokasikan anggaran hampir Rp50 miliar dari APBD untuk program ini. Meski demikian, pemerintah daerah masih membuka peluang tambahan anggaran melalui perubahan APBD guna memperluas cakupan perbaikan.
Di sisi lain, masyarakat berharap perbaikan ini tidak hanya bersifat sementara. Mereka menginginkan kualitas pembangunan yang lebih tahan lama agar masalah jalan rusak tidak terus berulang setiap tahun.
Ansori pun mengimbau warga untuk ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun, sembari menegaskan bahwa upaya perbaikan sebenarnya telah dilakukan secara bertahap sejak tahun sebelumnya.
What's Your Reaction?