KIP Jawara Bangkalan Digulirkan, UMKM Miskin Didorong Naik Kelas Mandiri
Program KIP Jawara di Bangkalan memberikan bantuan modal Rp3 juta bagi UMKM kurang mampu. Dilengkapi pendampingan dan pelatihan, program ini ditujukan untuk mendorong kemandirian ekonomi dan menekan angka kemiskinan di Jawa Timur.
BANGKALAN – Program KIP Jawara (Kewirausahaan Inklusif dan Produktif Jawa Timur Sejahtera) mulai digulirkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat kurang mampu. Program dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur ini menyasar pelaku usaha mikro di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bangkalan.
Melalui program ini, setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta. Sasaran utamanya adalah masyarakat kategori Desil 1 hingga 4 yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) Jawa Timur.
KIP Jawara tidak hanya memberikan bantuan modal. Program ini juga dilengkapi dengan pendampingan dan pelatihan agar penerima mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Terdapat empat kategori dalam program ini. Di antaranya KIP Putri Jawara untuk perempuan tulang punggung keluarga atau single parent usia 18–58 tahun.
Kemudian KPM Jawara yang menyasar laki-laki kepala keluarga kurang mampu dengan rentang usia yang sama. Program ini juga mencakup KIP PPKS bagi penerima manfaat di UPT Dinsos Jatim.
Selain itu, ada kategori Eks PPKS Jawara yang ditujukan bagi lulusan UPT Dinsos Jatim. Mereka mendapatkan bantuan pengembangan modal usaha agar bisa naik kelas.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan Abdul Aziz menegaskan, program ini merupakan langkah strategis dalam menekan angka kemiskinan di daerah.
“Program ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi angka kemiskinan dengan mengubah penerima manfaat menjadi pelaku usaha mandiri,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, arah pembangunan kesejahteraan sosial saat ini tidak lagi sekadar memberikan bantuan. Pemerintah mulai fokus pada pemberdayaan masyarakat produktif secara berkelanjutan.
Menurutnya, bantuan yang diberikan bersifat simultan. Artinya, tidak hanya menopang ekonomi, tetapi juga mengawal penerima agar mampu mandiri dan produktif.
Salah satu penerima manfaat, Nur, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Ia berharap KIP Jawara dapat terus berlanjut dan diperkuat.
“Kami berharap program seperti ini bisa berkelanjutan. Tidak hanya bantuan modal, tapi juga pelatihan, pendampingan, dan akses pasar agar UMKM kami bisa terus maju dan berkembang,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri terus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan. Program pemberdayaan seperti KIP Jawara menjadi salah satu instrumen utama.
Dengan adanya program ini, pelaku UMKM di Kecamatan Socah diharapkan mampu meningkatkan pendapatan. Selain itu, mereka juga diharapkan berkontribusi dalam penguatan ekonomi daerah.
Penulis : Luhur Utomo
What's Your Reaction?