MBG SPPG Tumpeng Bondowoso Tingkatkan Motivasi Belajar dan Kehadiran Siswa

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan SPPG Tumpeng, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, mulai menunjukkan dampak positif. Selain membantu pemenuhan gizi, program ini juga meningkatkan kehadiran dan motivasi belajar siswa di sejumlah sekolah penerima manfaat.

May 25, 2026 - 19:30
Jun 1, 2026 - 20:37
 0
MBG SPPG Tumpeng Bondowoso Tingkatkan Motivasi Belajar dan Kehadiran Siswa

BONDOWOSO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tumpeng, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, mulai menunjukkan dampak nyata di lingkungan sekolah.

Salah satu dampak yang paling dirasakan adalah meningkatnya motivasi siswa untuk hadir dan mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Fenomena tersebut diakui oleh pihak SDN Lombok Wetan yang menjadi salah satu sekolah penerima manfaat program MBG.

Guru SDN Lombok Wetan, Subandi, mengatakan program tersebut tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga memberikan efek positif terhadap kedisiplinan dan semangat belajar siswa.

Menurutnya, tingkat kehadiran siswa mengalami peningkatan sejak program MBG mulai dijalankan di sekolahnya.

"Setelah adanya MBG, siswa lebih giat berangkat sekolah. Anak-anak yang biasanya pagi jarang sarapan sekarang bisa makan di sekolah, dan itu sangat membantu mereka," ujar Subandi, Senin (25/5/2026).

Dia menjelaskan, masih banyak siswa di wilayah pedesaan yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan terlebih dahulu.

Kondisi tersebut terjadi karena berbagai faktor, mulai dari keterbatasan waktu hingga kebiasaan yang sudah berlangsung lama di lingkungan keluarga masing-masing.

Akibatnya, tidak sedikit siswa yang mengikuti pelajaran dalam kondisi kurang optimal sehingga berpengaruh terhadap konsentrasi dan semangat belajar di kelas.

Melalui program MBG, kebutuhan nutrisi siswa dapat terpenuhi sejak pagi sehingga mereka lebih siap mengikuti kegiatan pembelajaran.

Subandi menambahkan, menu makanan yang disiapkan oleh SPPG Tumpeng juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik.

Selain memperhatikan kandungan nutrisi, penyedia makanan juga berupaya menyesuaikan menu dengan selera siswa agar makanan yang dibagikan dapat dikonsumsi secara maksimal.

Menurutnya, respons siswa terhadap menu makanan cukup beragam karena dipengaruhi oleh preferensi masing-masing.

Namun demikian, terdapat beberapa menu yang menjadi favorit para siswa.

"Selain menu ayam geprek dan ayam katsu, nugget juga menjadi salah satu menu favorit siswa karena rasanya familiar dan mudah dinikmati, sehingga hampir selalu habis saat dibagikan," jelasnya.

Dia menilai penyesuaian menu yang dilakukan pengelola program menjadi salah satu faktor yang membuat siswa semakin antusias menerima makanan setiap hari.

Dengan adanya penyesuaian tersebut, proses distribusi makanan berjalan lebih lancar dan tingkat konsumsi makanan oleh siswa juga meningkat.

Sementara itu, berdasarkan laporan pelaksanaan MBG yang disampaikan kepada Dandim 0822 Bondowoso, kegiatan distribusi makanan pada Rabu, 20 Mei 2026, dilaksanakan oleh SPPG Tumpeng Wonosari yang berlokasi di Desa Tumpeng, Kecamatan Wonosari.

Program tersebut berada di bawah naungan Yayasan Asasul Muttaqin dengan Kepala SPPG Amelia Putri Aditiya, S.Gz.

Pada hari pelaksanaan, sebanyak 1.747 paket makanan bergizi disiapkan untuk penerima manfaat.

Paket tersebut didistribusikan kepada 30 sekolah dan lima posyandu dengan total sasaran 1.696 penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan serta kelompok rentan.

Kelompok penerima manfaat terdiri dari siswa PAUD dan TK sebanyak 400 anak.

Kemudian siswa sekolah dasar sebanyak 246 anak yang berasal dari SDN Lombok Wetan, SDN Tumpeng 1, dan SDN Tumpeng 2.

Selain itu terdapat 555 siswa tingkat SMP dan MTs yang menerima manfaat program tersebut.

Sebanyak 285 siswa tingkat SMA dan SMK juga menjadi sasaran distribusi makanan bergizi.

Program tersebut juga menyasar kelompok 3B yang terdiri dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dengan total 210 penerima manfaat.

Rinciannya yakni 96 balita, 40 ibu hamil, dan 74 ibu menyusui.

Menu makanan yang dibagikan pada hari itu terdiri dari nasi putih, ayam kecap, tumis tahu, tumis pakcoy dan wortel, serta buah pisang.

Laporan tersebut juga mencatat adanya penyesuaian jumlah penerima manfaat karena beberapa kelompok siswa tidak mengikuti kegiatan belajar.

Di antaranya siswa kelas VI SDN Lombok Wetan yang sedang tidak masuk sekolah serta siswa TK Nurul Makrifah yang menjalani masa libur.

Meski demikian, proses distribusi makanan bergizi tetap berjalan sesuai rencana.

Seluruh rangkaian kegiatan MBG dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti.

Program MBG yang kini berjalan di Kecamatan Wonosari menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekolah sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kondisi kesehatan peserta didik yang lebih baik.

Dampak positif yang mulai dirasakan sekolah-sekolah penerima manfaat menjadi indikator awal bahwa program tersebut tidak hanya berpengaruh pada aspek kesehatan, tetapi juga mampu mendorong peningkatan motivasi belajar dan kehadiran siswa di sekolah.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow