Pasar Murah Bangkalan Diduga Libatkan ASN Demi Kepentingan Tertentu

Program pasar murah Pemkab Bangkalan di depan Pendopo Agung menuai sorotan. Dugaan mobilisasi ASN mencuat di tengah upaya stabilisasi harga sembako. Begini penjelasan Kadis Koperasi Bangkalan.

Feb 27, 2026 - 22:13
 0
Pasar Murah Bangkalan Diduga Libatkan ASN Demi Kepentingan Tertentu
Warga dan aparatur sipil negara (ASN) tampak memadati stan pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Bangkalan di depan Pendopo Agung, Jumat (27/02/2026). Sejumlah petugas terlihat melayani pembelian sembako bersubsidi seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur yang dijual di bawah harga pasaran.

KABAR RAKYAT,BANGKALAN – Program pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan di depan Pendopo Agung, Jumat (27/02/2026), menuai sorotan. Kegiatan yang sejatinya ditujukan membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok itu disinyalir disertai dugaan mobilisasi aparatur sipil negara (ASN).

Sejumlah sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, kehadiran ASN dalam kegiatan tersebut bukan sekadar menjalankan tugas pelayanan. Mereka menduga ada kepentingan tertentu di balik pelibatan ASN dalam kegiatan pasar murah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa ASN mengaku menerima arahan untuk menghadiri dan meramaikan pasar murah di sejumlah titik. Bahkan, partisipasi mereka disebut-sebut berkaitan dengan penilaian kinerja.

Jika dugaan tersebut benar, praktik itu berpotensi melanggar prinsip netralitas ASN sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Dalam regulasi itu ditegaskan bahwa ASN harus bebas dari intervensi politik maupun kepentingan tertentu.

Pengamat kebijakan publik, Hendrayanto, menilai pasar murah seharusnya menjadi program murni stabilisasi harga dan perlindungan sosial.

“Program bantuan publik tidak boleh dijadikan instrumen tekanan birokrasi. Jika ada indikasi barter jabatan atau loyalitas, itu masalah serius,” ujarnya.

Dia menegaskan, penyelenggaraan pasar sembako murah seharusnya merangkul pedagang pasar setempat untuk mengisi stan dengan skema subsidi silang. Dengan begitu, harga sembako bisa ditekan di bawah harga pasar dan tepat sasaran.

Dia menyebut, jenis kebutuhan pokok yang dijual memang beragam, mulai dari ayam, daging, sayur-mayur, rempah-rempah, beras, telur hingga bahan pokok lainnya. Namun, menurutnya, konsep pelaksanaan harus benar-benar berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Jadi murni sepenuhnya untuk masyarakat dan untuk pengembangan ekonomi berbasis masyarakat. Bahkan bisa ditempatkan di setiap kecamatan secara serempak dengan memberdayakan pedagang pasar di masing-masing wilayah,” katanya.

Dia juga menyoroti potensi bias sasaran apabila ASN lebih dominan dalam aktivitas jual-beli. “Kalau yang jualan ASN dan yang belanja ASN, ini kan sama dengan memanjakan pegawai melalui bazar di lingkungan Pemkab Bangkalan,” imbuhnya.

Menurutnya, program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat harus steril dari kepentingan politik maupun praktik transaksional dalam birokrasi. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan, Moh Rasuli, membantah adanya kepentingan lain di balik kegiatan tersebut.

Rasuli menegaskan, pasar murah semata-mata bertujuan membantu masyarakat.

“Kehadiran ASN adalah bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat. Tidak ada unsur lain,” ujar Rasuli.

Menanggapi kritik yang muncul, Rasuli menyatakan pihaknya tetap berkomitmen memberikan motivasi dan pemahaman kepada masyarakat bahwa pemerintah serius mengendalikan harga bahan pokok di Bangkalan.

“Semoga perkembangan ekonomi kita ke depan bisa stabil sesuai inovasi melalui stabilitas pemantauan harga bahan pokok dan bahan penting lainnya menjelang hari raya maupun event-event lain sesuai kebutuhan masyarakat yang terus meningkat,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan alasan pelaksanaan pasar murah dipusatkan di kawasan kota.

“Mengapa hanya di pusat kota Bangkalan, karena saat ini difokuskan di perkotaan saja, seperti minggu kemarin di halaman Pemkab dan sekarang di depan Pendopo Agung. Kami menganggap simpul keramaian ada di kawasan alun-alun Bangkalan,” tambahnya.

Dalam pasar murah tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran. Telur dijual Rp28.000 per kilogram, cabai Rp80.000 per kilogram dari harga pasar Rp100.000, bawang merah Rp8.000 per seperempat kilogram, gula pasir Rp16.500 per kilogram, minyak goreng merek Minyakita Rp30.000 per 2 liter, serta minyak goreng merek Fortune Rp36.000 per 1.800 mililiter dan Rp16.500 per 800 mililiter.


Penulis : Luhur Utomo

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow