Setahun Bupati Jember Memimpin, Antar Peningkatan Layanan dan Pendapatan Signifikan RSD dr.Soebandi
KABAR RAKYAT, JEMBER - Kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember terus meningkat. Terutama dalam kurun waktu tahun 2025 hingga awal tahun 2026.
Plt Direktur RSD dr. Soebandi, dr Nyoman Semita menungkapkan berdasarkan data yang ada pasien rawat jalan di rumah sakit milik Pemerintah Daerah tersebut kini mencapai 1.300 orang perhari. Angka itu naik signifikan jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menyentuh 800 pasien rawat jalan perhari.
“Beberapa poli spesialis menjadi penyumbang utama kenaikan, salah satunya layanan ortopedi yang melonjak lebih dari dua kali lipat serta layanan onkologi yang meningkat hampir 90 persen, jumlah pasiennya,” paparnya.
Tak sekadar itu, layanan kesehatan terhadap kasus-kasus kompleks juga meningkat signifikan di RSD dr. Soebandi. Tercatat jumlah tindakan operasi juga mengalami peningkat dari 800 perbulan menjadi 1.200. Lonjakan pelayanan juga terlihat pada unit Instalasi Gawat Darurat, kunjungan kasus harian naik dari rata-rata 45 menjadi 80 pasien per hari.
“Ke depan, rumah sakit berkomitmen melakukan pengembangan berkelanjutan, mulai dari penambahan kapasitas layanan, penguatan sumber daya manusia medis, hingga peningkatan mutu pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien.
,” jelasnya.
Dibawah kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait, RSD dr. Soebandi terus meningkatkan kepercayaan publik dengan pelayanan yang lebih cepat, tenaga kesehatan yang komunikatif, serta fasilitas yang semakin nyaman, termasuk penguatan layanan spesialis dan subspesialis.
Nyoman menambahkan sesuai dengan arahan Bupati Jember Muhammad Fawait, RSD Soebandi saat ini tengah menyiapkan pengembangan menuju rumah sakit modern berbasis konsep green hospital, tourism hospital, hospital without wall, serta sister hospital untuk memperluas jejaring layanan.
“Diharapkan arah baru itu tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Jember, tetapi juga memperkuat posisi rumah sakit daerah sebagai institusi kesehatan publik yang profesional, adaptif, dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.
Berkat inovasinya kini, Rumah sakit rujukan di ujung timur Pulau Jawa itu, telah menunjukan peningkatan pendapatan yang signifikan, setidaknya pada Januari 2026 RSD dr.Soebandi memperoleh pendapatan Rp 31,7 Milliar. Angka tersebut melambung 100 persen dari rata-rata pendapatan bulanan ditahun-tahun sebelumnya.
What's Your Reaction?