Transparansi Dana MBG, SPPG Padasan Bondowoso Jelaskan Penggunaan Anggaran Per Porsi

SPPG Padasan Bondowoso menjelaskan rincian anggaran Rp15 ribu per porsi Program Makan Bergizi Gratis agar masyarakat tidak salah paham.

Feb 27, 2026 - 15:39
Feb 27, 2026 - 16:18
 0
Transparansi Dana MBG, SPPG Padasan Bondowoso Jelaskan Penggunaan Anggaran Per Porsi
Infografis menu Program Makan Bergizi Gratis SPPG Padasan, Jumat 26 Februari 2026, menampilkan rincian porsi besar dan kecil lengkap dengan estimasi biaya per komponen serta kandungan gizi seperti energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat.

KABAR RAKYAT, BONDOWOSO - SPPG Desa Padasan di Kecamatan Pujer, Bondowoso memberikan penjelasan terbuka terkait penggunaan anggaran Rp15.000 per porsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

Penjelasan tersebut muncul setelah menu kering MBG di awal Ramadan menjadi sorotan publik. Banyak warga menilai nominal anggaran per porsi seharusnya cukup untuk menyediakan makanan dengan porsi lebih besar.

Pengawas Pengadaan Bahan Pangan SPPG Padasan, Tri Septiana Muhlisa menegaskan total pagu Rp15.000 tidak sepenuhnya dialokasikan untuk bahan makanan.

Ia menjelaskan bahwa sekitar Rp8.000 hingga Rp10.000 digunakan khusus untuk kebutuhan makanan dan pemenuhan gizi penerima manfaat, mulai dari balita, pelajar SD hingga SMA, serta ibu hamil dan menyusui.

“Rp15.000 itu bukan seluruhnya untuk makanan. Ada pembagian untuk operasional dan kebutuhan pendukung lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa dana per porsi mencakup beberapa komponen penting agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.

Ia merinci, Rp3.000 dialokasikan untuk biaya operasional seperti gaji karyawan dapur, listrik, serta gas memasak.

Sementara Rp2.000 lainnya digunakan untuk sewa tempat, peremajaan peralatan dapur, serta fasilitas pendukung layanan gizi.

Dengan skema tersebut, komposisi anggaran terbagi menjadi tiga bagian utama, yakni Rp8.000–Rp10.000 untuk makanan, Rp3.000 operasional, dan Rp2.000 sarana prasarana.

Tri menegaskan pembagian ini dirancang agar program tetap berjalan stabil tanpa mengorbankan kualitas menu maupun standar gizi.

Selain berdampak pada kesehatan penerima manfaat, program dapur gizi juga dinilai memberi efek ekonomi bagi masyarakat desa.

Menurutnya, kegiatan tersebut membuka lapangan kerja bagi warga tanpa memandang latar belakang pendidikan, sekaligus menyerap hasil pertanian dan peternakan lokal.

“Program ini bukan sekadar menyediakan makanan bergizi, tetapi juga membangun ekosistem ketahanan pangan dari desa hingga nasional,” tambahnya.

Tri berharap keterbukaan informasi terkait rincian anggaran ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat serta mencegah kesalahpahaman mengenai penggunaan dana program MBG.

Salah satu wali murid, Laili Masrurah mengaku merasakan manfaat program tersebut karena mampu mengurangi pengeluaran uang saku anaknya.

“Alhamdulillah sejak beroperasi, SPPG Padasan cukup mengurangi uang jajan anak saya di sekolah,” tuturnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow