DPRD Trenggalek Soroti Kekurangan Guru dan Siswa SDN, Dispendik Diminta Evaluasi Menyeluruh

DPRD Trenggalek melalui Komisi IV kembali menyoroti berbagai persoalan sektor pendidikan di Kabupaten Trenggalek. Selain kekurangan tenaga pendidik, minimnya jumlah siswa di sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) juga menjadi perhatian serius.

Feb 27, 2026 - 16:22
Feb 27, 2026 - 16:26
 0
DPRD Trenggalek Soroti Kekurangan Guru dan Siswa SDN, Dispendik Diminta Evaluasi Menyeluruh
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, saat memberikan keterangan terkait persoalan kekurangan guru dan minimnya jumlah siswa SDN di Trenggalek, Jumat (27/2/2026).

KABAR RAKYATTRENGGALEK – Komisi IV DPRD Trenggalek menyoroti kekurangan 1.114 guru dan minimnya jumlah siswa di sejumlah SD Negeri.

Ketua Komisi IV Sukarodin mendesak Dinas Pendidikan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk kajian merger sekolah dan peningkatan kualitas pendidikan di Trenggalek.

Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, menyampaikan bahwa pemisahan urusan pemuda dan olahraga dari Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek seharusnya berdampak pada peningkatan fokus dan kinerja dinas dalam menangani persoalan pendidikan.

“Pisahnya pemuda olahraga dari Dinas Pendidikan, maka Dinas Pendidikan tentu harus lebih konsentrasi memikirkan jalannya pendidikan. Sekarang konsentrasinya hanya urusan pendidikan,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Menurut Sukarodin, dengan ruang lingkup yang kini lebih spesifik, Dinas Pendidikan memiliki peluang besar untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program dan capaian pada tahun-tahun sebelumnya.

Evaluasi itu, kata dia, termasuk pemetaan kebutuhan guru serta distribusinya di seluruh wilayah Trenggalek agar lebih proporsional dan tepat sasaran.

Ia mengungkapkan, saat ini kekurangan guru di Trenggalek masih mencapai sekitar 1.114 orang. Jumlah tersebut belum termasuk tenaga pendidik yang pensiun maupun meninggal dunia dalam dua tahun terakhir.

“Karena kekurangan guru kita masih 1.114 lebih. Belum ditambah guru pensiun dan meninggal. Dua tahun itu ada sekitar 500 sekian, tentu ini makin membengkak,” paparnya.

Menurutnya, kondisi tersebut harus dievaluasi dari sisi perencanaan kebutuhan tenaga pendidik. Perhitungan formasi dan antisipasi pensiun dinilai perlu dilakukan lebih dini agar tidak terjadi kekosongan guru dalam waktu lama.

Komisi IV juga mendorong agar alokasi anggaran disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan, terutama untuk memenuhi kekurangan tenaga pendidik.

“Harapan Komisi IV tetap, sesuai dengan kebutuhan yang ada di Dinas Pendidikan kita penuhi. Maka harapannya tentu kualitas pendidikan yang ada di Trenggalek ini lebih baik,” tegasnya.

Selain persoalan guru, fenomena berkurangnya jumlah siswa di sejumlah SD Negeri turut menjadi sorotan. Beberapa sekolah dilaporkan hanya menerima siswa baru dalam jumlah terbatas setiap tahun ajaran.

Sukarodin menilai, persoalan ini tidak bisa dipandang sederhana. Ia meminta agar dilakukan kajian berbasis data, baik dari sisi demografi maupun kualitas layanan pendidikan.

“Kaitannya dengan kekurangan murid, perlu dikaji kaitannya dengan merger. Terkecuali daerah-daerah terpencil yang tidak mungkin untuk di-merger, ini sebuah keniscayaan,” katanya.

Ia mencontohkan SDN Sidomulyo V yang dinilai tidak memungkinkan untuk digabung dengan sekolah lain karena faktor geografis dan akses wilayah.

Lebih lanjut, ia meminta Dinas Pendidikan mengevaluasi secara menyeluruh penyebab turunnya jumlah siswa di tingkat SD.

“Murid yang ada di SD ini kok pada kurang. Apakah urusannya ini sukses KB sehingga usia anak sekolah semakin berkurang? Atau jangan-jangan karena urusan kualitas? Ini mesti dikaji oleh Dinas Pendidikan,” pintanya.

Komisi IV berharap evaluasi tersebut tidak berhenti pada pemetaan masalah semata, tetapi juga melahirkan langkah strategis. Baik melalui penataan ulang sekolah, redistribusi guru, hingga peningkatan mutu layanan pendidikan.

Dengan struktur dinas yang kini lebih fokus, DPRD Trenggalek menilai momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola pendidikan. Kebijakan yang diambil diharapkan mampu menjawab kebutuhan jangka panjang dan meningkatkan kualitas pendidikan di Trenggalek.

Penulis : Witono Hadi

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow