2.758 Jemaah Haji Lamongan Berangkat, Tambahan Kuota Hampir 1.000
Pemerintah Kabupaten Lamongan mulai memberangkatkan 2.758 jemaah haji ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Tahun ini Lamongan mendapat tambahan kuota hampir 1.000 orang berkat perubahan regulasi nasional.
LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan resmi memberangkatkan ribuan jemaah haji menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Keberangkatan perdana ini menandai dimulainya fase pemberangkatan total 2.758 calon jemaah haji (CJH) asal Lamongan pada musim haji 2026.
Ribuan jemaah tersebut diberangkatkan secara bertahap dan terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter). Pada tahap awal, kloter 30 dan 31 menjadi rombongan pertama yang berangkat dari Lamongan.
Berdasarkan jadwal, kloter 30 merupakan kloter gabungan bersama jemaah asal Kabupaten Tuban. Sementara kloter 31 menjadi satu kloter penuh yang berisi 376 jemaah asal Lamongan.
Jumlah jemaah yang berangkat pada gelombang pertama mencapai sekitar 777 orang. Selanjutnya, pemberangkatan kloter lain dijadwalkan berlangsung siang hingga malam hari.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Lamongan, Abdul Ghofur, menjelaskan meningkatnya jumlah jemaah haji tahun ini dipengaruhi perubahan kebijakan pembagian kuota secara nasional.
Menurut dia, pemerintah kini menerapkan aturan baru berdasarkan Undang-Undang Haji Nomor 14 Tahun 2025 yang mengatur distribusi kuota berdasarkan jumlah daftar tunggu di setiap daerah.
“Kebijakan kuota saat ini berubah berdasarkan jumlah waiting list. Jawa Timur waiting list-nya itu lebih banyak, bahkan terbanyak seluruh Indonesia,” ujar Abdul Ghofur, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, dari total kuota haji nasional sebanyak 221.000 jemaah, pembagian kini disesuaikan dengan panjang antrean masing-masing wilayah.
Karena Jawa Timur memiliki daftar tunggu terbanyak, provinsi ini memperoleh tambahan porsi jemaah secara signifikan hingga 7.000 orang.
Dampak kebijakan itu turut dirasakan Kabupaten Lamongan. Daerah ini mendapatkan tambahan jumlah jemaah berangkat hampir 1.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
“Lamongan terdampak, karena jumlah daftar tunggu Lamongan ini juga banyak, ada penambahan tahun ini jemaah haji Lamongan hampir 1.000,” tambahnya.
Abdul Ghofur mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kondisi fisik dan mental selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Menurutnya, ibadah haji membutuhkan kesiapan tubuh yang prima karena seluruh rangkaian ibadah cukup menguras tenaga.
“Tetap karena haji itu ibadah fisik, kami memohon mudah-mudahan seluruh jemaah haji tetap menjaga kesehatan, terutama kita bersiap sehat fisik dan juga mental,” ujarnya.
Selain kesehatan, ia juga menekankan pentingnya pemahaman ilmu manasik haji. Hal itu penting mengingat masa tunggu keberangkatan yang mencapai 14 tahun.
“Ilmu-ilmu haji juga harus dipahami betul karena haji menunggunya lama,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Foto: Pemberangkatan calon jemaah haji Lamongan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Penulis : Yoga
What's Your Reaction?