Raih Gelar Doktor, Gus Fawait Tekankan Anggaran Harus Jadi Instrumen Pengentasan Kemiskinan

Jun 12, 2026 - 23:02
Jun 15, 2026 - 16:31
 0
Raih Gelar Doktor, Gus Fawait Tekankan Anggaran Harus Jadi Instrumen Pengentasan Kemiskinan
Gus Fawait saat persentasi sidang promosi Doktor di Universitas Airlangga Surabaya, Jumat (12/6/2026).

JEMBER – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, resmi meraih gelar doktor dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga setelah menjalani sidang promosi doktor, Jumat (12/6/2026).

Dalam disertasinya yang berjudul "Analisis Peran Belanja Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Jawa Timur", Gus Fawait menegaskan bahwa anggaran pemerintah harus diarahkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dan menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

Menurutnya, belanja pemerintah tidak cukup hanya diwujudkan dalam bentuk bantuan sosial, tetapi harus mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Bantuan tidak hanya bersifat kemanusiaan, tetapi juga harus mendorong produktivitas masyarakat. Usia produktif jangan hanya diarahkan pada pekerjaan kasar, melainkan pekerjaan yang memiliki nilai tambah dan penghasilan yang lebih baik,” ujar Gus Fawait saat sidang promosi doktor.

Dia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar berbagai program bantuan memiliki dampak jangka panjang. Karena itu, program hibah maupun bantuan sosial perlu dibarengi dengan pelatihan kerja yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan pasar tenaga kerja.

Selain sektor ketenagakerjaan, Gus Fawait juga menyoroti potensi program kehutanan sosial sebagai instrumen pengentasan kemiskinan. Menurutnya, program tersebut akan efektif jika didukung sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten.

“Program dari pusat seperti kehutanan sosial harus bisa diselesaikan bersama oleh gubernur dan pemerintah kabupaten. Potensinya sangat besar untuk mengurangi kemiskinan,” katanya.

Dia menjelaskan, akses pengelolaan lahan yang produktif dapat membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Kalau satu keluarga mendapatkan akses pengelolaan hingga dua hektare lahan secara tepat, program ini bisa menjadi instrumen yang efektif untuk menuntaskan kemiskinan,” ujarnya. 

Di hadapan tim penguji yang di antaranya terdapat mantan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Gus Fawait menegaskan bahwa keberhasilan program pemerintah sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan dan penganggaran. 

“Tinggal bagaimana sikap dan political will dalam budgeting agar seluruh program tersebut tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya. 

Melalui penelitiannya, Gus Fawait menyimpulkan bahwa ukuran keberhasilan belanja pemerintah bukan semata besarnya anggaran yang dibelanjakan, melainkan sejauh mana anggaran tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi kemiskinan.

Pada akhir sidang, dia juga menyampaikan apresiasi kepada para pemimpin Jawa Timur yang dinilainya telah berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pakde Karwo dan Gubernur Khofifah. Kami juga tegak lurus mendukung program-program pemerintah pusat,” pungkasnya.

Disertasi Gus Fawait menjadi pengingat bahwa anggaran publik bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan alat transformasi sosial. Ketika disusun dengan perencanaan yang tepat, keberpihakan yang kuat, dan dilaksanakan secara konsisten, belanja pemerintah dapat menjadi jalan keluar nyata dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (zan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow