1.258 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Sisir Lamongan, Kreator Digital Didata

Sebanyak 1.258 petugas Sensus Ekonomi 2026 mulai diterjunkan di Kabupaten Lamongan. Untuk pertama kalinya, pendataan tidak hanya menyasar sektor usaha konvensional, tetapi juga pelaku ekonomi digital seperti content creator dan usaha berbasis platform digital.

Jun 15, 2026 - 16:20
Jun 15, 2026 - 16:33
 0
1.258 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Sisir Lamongan, Kreator Digital Didata
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi bersama Kepala BPS Lamongan, Hermanto sata dikonfirmasi soal Sensus Ekonomi 2026.

LAMONGAN – Sebanyak 1.258 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 mulai bergerak menyisir seluruh wilayah Kabupaten Lamongan, Senin (15/6/2026). Pendataan ekonomi terbesar yang digelar setiap sepuluh tahun sekali ini hadir dengan cakupan yang lebih luas dibandingkan sensus sebelumnya.

Jika pada satu dekade lalu fokus pendataan masih didominasi sektor usaha konvensional, kali ini Badan Pusat Statistik (BPS) turut membidik pelaku ekonomi digital yang pertumbuhannya semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala BPS Kabupaten Lamongan, Hermanto, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 menjadi pendataan ekonomi paling komprehensif yang pernah dilakukan. Seluruh aktivitas ekonomi, mulai dari sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan hingga jasa akan didata secara menyeluruh.

Menurut Hermanto, salah satu pembeda utama sensus kali ini adalah masuknya aktivitas ekonomi berbasis digital ke dalam objek pendataan. BPS tidak hanya mencatat usaha yang memiliki lokasi fisik, tetapi juga pelaku ekonomi yang beroperasi melalui platform digital.

"Sepuluh tahun lalu sektor digital belum berkembang seperti sekarang. Pada Sensus Ekonomi 2026, kami juga menyasar pelaku usaha digital, termasuk content creator dan berbagai aktivitas ekonomi berbasis platform digital yang selama ini tidak terlihat secara fisik, tetapi memiliki kontribusi ekonomi yang besar," ujar Hermanto.

Untuk mengumpulkan data, petugas akan mendatangi masyarakat dan pelaku usaha secara langsung melalui metode door to door. Karena itu, Hermanto mengimbau masyarakat agar memberikan informasi yang benar dan akurat.

Ia menegaskan bahwa data hasil sensus akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Dengan data yang lengkap, program pembangunan dapat dirancang lebih tepat sasaran sesuai kondisi riil di lapangan.

"Semua kebijakan pemerintah pasti berbasis data. Harapannya, seluruh aktivitas ekonomi dari sektor pertanian hingga jasa dapat tercatat dengan baik sehingga menjadi dasar utama dalam penyusunan kebijakan nasional maupun daerah," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, keberhasilan pendataan ini akan menentukan kualitas perencanaan pembangunan dalam jangka panjang.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menegaskan bahwa sensus yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026 tersebut merupakan agenda nasional yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.
"Keberhasilan sensus ini bukan hanya tanggung jawab BPS. ASN, masyarakat, dan seluruh pelaku usaha harus ikut berpartisipasi dengan memberikan data yang akurat agar hasilnya benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi yang sesungguhnya," tegasnya.

Di tengah dimulainya sensus, Lamongan juga mencatat capaian ekonomi yang menggembirakan. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan pada Triwulan I 2026 mencapai 10,79 persen.

Capaian tersebut menempatkan Lamongan sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Pamekasan.

Tak hanya itu, secara tahunan atau year on year, ekonomi Lamongan pada akhir 2025 juga tumbuh sebesar 5,91 persen. Tren positif tersebut turut diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Angka kemiskinan ekstrem di Lamongan berhasil ditekan hingga 0,26 persen, turun signifikan dibandingkan sebelumnya yang berada pada angka 0,61 persen.

"Capaian ini menunjukkan tingginya aktivitas ekonomi di Lamongan. Pemerintah daerah akan terus menciptakan iklim yang kondusif agar pertumbuhan ekonomi semakin kuat dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," pungkas Pak Yes.

Penulis : Yoga

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow