Jembatan Koncer Jadi Jalur Alternatif, BSBK Bondowoso Sebut Masuk Usulan Perbaikan

Kondisi Jembatan Koncer Bondowoso menjadi perhatian serius BSBK setelah difungsikan sebagai jalur alternatif pasca ambrolnya Jembatan Centong. Truk bermuatan berat masih nekat melintas meski sudah dilarang.

Feb 27, 2026 - 22:45
Feb 27, 2026 - 22:48
 0
Jembatan Koncer Jadi Jalur Alternatif, BSBK Bondowoso Sebut Masuk Usulan Perbaikan
Jembatan Koncer Bondowoso sat diliwati berbagai jenis kendaraan

KABAR RAKYAT,BONDOWOSO – Kondisi Jembatan Koncer di Kabupaten Bondowoso kini menjadi perhatian serius Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BSBK).

Jembatan Koncer saat ini difungsikan sebagai jalur alternatif setelah Jembatan Centong di kawasan Sukowiryo ambrol, sehingga terjadi lonjakan arus kendaraan, terutama truk bermuatan berat di setiap harinya.

Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, menegaskan Jembatan Koncer bukan sekadar menjadi perhatian biasa, melainkan telah masuk prioritas usulan perbaikan rutin setiap tahun.

Dia menyebut ada tiga titik jembatan yang konsisten diajukan untuk mendapat penanganan serius.

“Tiga titik jembatan yang selalu kami usulkan setiap tahun yaitu Jembatan Ring Road yang sampai sekarang belum selesai, kemudian Jembatan Koncer, dan satu lagi jembatan menuju arah Tegalampel,” ujar Ansori, Jumat (27/2/2026).

Menurut Ansori, ketiga jembatan tersebut memiliki peran vital dalam menunjang kelancaran akses transportasi masyarakat. Jika tidak segera ditangani, warga terancam harus memutar lebih jauh yang berdampak pada waktu tempuh dan biaya distribusi.

Dia mengakui hingga kini pihaknya belum menerima jawaban resmi dari instansi terkait atas usulan yang telah berulang kali disampaikan. Meski demikian, BSBK memastikan akan kembali melakukan koordinasi pada 2026 guna menindaklanjuti proposal perbaikan tersebut.

“Untuk usulan yang kami sampaikan, sampai sekarang kami belum mendapatkan jawaban. Tahun 2026 ini kami akan kembali melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti usulan yang setiap tahun kami ajukan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi Jembatan Koncer masih dalam pengawasan. BSBK sebelumnya telah melakukan penanganan kerusakan ringan, termasuk menambal jalan berlubang di sekitar akses menuju jembatan.

“Kemarin sekitar tiga minggu yang lalu kami menangani jalan yang berlubang, termasuk di sekitar akses menuju jembatan. Namun masih ada beberapa ruas jalan di perkotaan yang belum selesai karena bahan habis. Tahun 2026 ini akan kami anggarkan kembali dan saat ini masih dalam proses pengadaan bahan,” katanya.

Ansori juga menyoroti meningkatnya volume kendaraan atau Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) sebagai faktor krusial yang harus diantisipasi. Pasalnya, Jembatan Koncer menjadi satu-satunya akses penghubung di jalur tersebut pasca ambrolnya Jembatan Centong.

Dia menegaskan, berdasarkan hasil rapat koordinasi, kendaraan berat khususnya truk bermuatan sebenarnya tidak diperbolehkan melintasi Jembatan Koncer. Namun, di lapangan masih banyak pengemudi yang nekat melintas meski sudah ada imbauan.

“Kami sudah menyampaikan dalam rapat bahwa kendaraan berat atau truk bermuatan tidak boleh lewat Jembatan Koncer, tetapi kenyataannya masih banyak yang melintas,” tegasnya.

Sebagai solusi, kendaraan dari arah Jember diarahkan melalui Desa Taman menuju kawasan Bataan, kemudian berbelok ke arah timur. Jalur tersebut seharusnya menjadi rute utama kendaraan berat guna mengurangi beban Jembatan Koncer dan meminimalkan risiko kerusakan lebih parah.

“Pengalihan arus kendaraan dari arah Jember diarahkan lewat Desa Taman sampai ke Bataan, kemudian diputar ke arah timur. Itu jalur yang seharusnya digunakan kendaraan berat,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow