Aksi Difabel dan IJTI Lamongan Bagi Takjil Ramadan Tuai Simpati Pengendara Jalan
Puluhan penyandang disabilitas bersama IJTI Lamongan menggelar aksi sosial berbagi takjil Ramadan di jalan protokol. Kegiatan ini menjadi simbol semangat inklusivitas, kepedulian sosial, dan inspirasi berbagi tanpa batas.
LAMONGAN– Keterbatasan fisik tak menghalangi semangat berbagi di bulan suci Ramadan. Di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, puluhan penyandang disabilitas yang tergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) berkolaborasi dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Lamongan menggelar aksi sosial pembagian takjil kepada para pengguna jalan, Minggu (15/3/2026).
Aksi sosial yang berlangsung di salah satu jalan protokol Lamongan itu menjadi simbol kuat semangat inklusivitas dan kepedulian terhadap sesama. Dengan penuh antusias, para anggota PPDI yang menggunakan kursi roda maupun alat bantu jalan menyapa para pengendara yang melintas untuk membagikan paket makanan berbuka puasa.
Ketua DPC PPDI Lamongan, Ari Setiawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk mempererat silaturahmi antar sesama penyandang disabilitas. Selain itu, aksi ini juga ingin menunjukkan bahwa penyandang difabel mampu berkontribusi aktif di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini sebagai langkah awal untuk menjalin tali silaturahmi antara sesama penyandang difabel, sekaligus menunjukkan bahwa penyandang disabilitas mampu berkontribusi dan berbagi kebaikan kepada masyarakat di bulan Ramadan ini,” ujar Ari Setiawan.
Kolaborasi antara komunitas difabel dan jurnalis televisi ini pun mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak pengendara yang melintas memberikan apresiasi atas semangat para penyandang disabilitas yang tetap aktif berbagi meski memiliki keterbatasan fisik.
Anggota IJTI Lamongan, Abdul Wahid, menilai kegiatan bakti sosial tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat kepedulian tidak mengenal batas. Ia mengaku terinspirasi oleh semangat para anggota PPDI yang tetap memiliki jiwa sosial tinggi.
“Bakti sosial ini bentuk sinergi yang luar biasa. Teman-teman difabel dengan segala keterbatasannya justru memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi untuk berbagi kepada pengguna jalan,” kata Abdul Wahid.
Ratusan paket makanan berbuka puasa pun habis dibagikan dalam waktu singkat. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut pada momen-momen berikutnya sebagai upaya memperkuat solidaritas sosial sekaligus mempererat hubungan antar komunitas di Kabupaten Lamongan.
Penulis : Yoga
What's Your Reaction?