Cegah Lonjakan Harga Bahan Pokok, Pemkab Jember Intensif Lakukan Pemantauan Ditingkat Produsen Hingga Konsumen
KABAR RAKYAT, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ambil langkah strategis untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok dalam momen Ramadan dan jelang Idul Fitri 2026.
PJ Sekretaris Daerah (Sekda) Jember, Akhmad Helmi Luqman mengungkapkan pihaknya menyiapkan tiga langkah intervensi untuk menjaga daya beli dan mengendalikan laju inflasi terhadap bahan-bahan pokok.
Pertama Pemkab Jember, menjaga ketersediaan bahan pokok pada level produsen dengan menyalurkan bantuan stimulant bagi petani dan memperkuat kerjasama antar daerah.
"Kami telah menjajaki kolaborasi dengan Champion di Jawa Tengah dan Jawa Barat melalui dukungan Bank Indonesia untuk menjamin pasokan cabai merah tetap aman," ungkapnya, Selasa (24/2/26).
Kedua pada tingkat grosir, menurut Helmi pihaknya bersama Tim Gabungan Satgas Pangan dan TPID akan meningkatkan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang-gudang distributor. Untuk mencegah tindakan penimbunan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.
Langkah intervensi ketiga menyasar level konsumen, Pemkab Jember segera memperluas jangkauan Operasi Pasar (OP) dan Gerakan Pangan Murah (GPM). Selain itu, sosialisasi melalui pemasangan banner Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasar-pasar rakyat, juga turut dilakukan untuk memberikan informasi kepastian harga bahan pokok bagi konsumen.
"Kami telah memetakan langkah konkret untuk meredam gejolak harga selama Ramadhan dan jelang Lebaran. Instruksi dari pemerintah pusat sangat jelas, yakni memperkuat pemantauan di lapangan dan memastikan tidak ada hambatan distribusi," tegas Helmi.
Helmi melanjutkan dalam upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok, Pemkab Jember terus menjalin kolaborasi lintas instansi. Diantaranya dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember dan BULOG.
"Harapan kami, dengan kerja kolaboratif ini, masyarakat Jember dapat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan dengan tenang tanpa terbebani oleh lonjakan harga pangan yang tidak terkendali," sambungnya. (Rok)
What's Your Reaction?