Status Tanggap Darurat Diberlakukan, Ribuan Rumah di Lamongan Terendam Banjir

Pemerintah Kabupaten Lamongan menetapkan status tanggap darurat bencana setelah banjir luapan Bengawan Jero merendam 2.736 rumah di 27 desa. Enam kecamatan terdampak, bantuan sembako dan posko kesehatan disiagakan, serta transportasi darurat dan sekolah daring diberlakukan.

Jan 15, 2026 - 15:56
 0
Status Tanggap Darurat Diberlakukan, Ribuan Rumah di Lamongan Terendam Banjir
Warga terdampak banjir dievakuasi menggunakan truk Dalmas Polri saat genangan air merendam permukiman di Lamongan akibat luapan Bengawan Jero. Aparat kepolisian dan petugas gabungan tampak siaga membantu proses evakuasi di tengah jalanan yang masih tergenang.

KABAR RAKYAT,LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan resmi menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul meluasnya banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 2.736 rumah di 27 desa terendam, dengan total warga terdampak mencapai 10.672 jiwa.

Sekretaris Daerah Lamongan, Moh Nalikan, mengatakan penetapan status tersebut dilakukan setelah elevasi air di Bendungan Blawi mengalami kenaikan signifikan dan kini menyentuh angka 78. Kondisi itu memicu genangan meluas hingga ke enam kecamatan.

“Tanggap darurat itu kita berlakukan. Dengan naiknya Bendungan Blawi yang sekarang sudah 78, itu sudah banyak menggenangi di enam kecamatan, sehingga pemerintah daerah sudah menetapkan status tanggap darurat,” kata Moh Nalikan, Rabu (14/1/2026).

Sebagai langkah cepat, Pemkab Lamongan langsung melakukan penyisiran serta pembersihan di seluruh sungai pembuang guna memperlancar aliran air. Selain itu, pemerintah juga mewajibkan setiap desa mendirikan posko kesehatan untuk melayani warga terdampak.

“Posko di masing-masing desa wajib dibuat, baik oleh Puskesmas, Pustu, maupun bidan desa. Mereka harus siaga 24 jam untuk melayani kesehatan masyarakat yang terdampak,” tegas Nalikan.

Untuk menjamin kebutuhan dasar warga, bantuan sembako mulai didistribusikan secara bertahap, terutama ke wilayah terdampak parah seperti Kecamatan Turi, Kalitengah, dan Weduni. Pemkab juga memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta pemerintah pusat.

Nalikan menjelaskan, bantuan makanan siap saji dari BPBD Provinsi Jawa Timur sudah mulai berdatangan. Selain itu, Pemkab Lamongan mengajukan permohonan pencairan cadangan pangan pemerintah sebanyak 22 ton beras ke Badan Ketahanan Pangan Nasional.

“Bantuan makanan cepat saji dari BPBD Provinsi sudah mulai berangsur datang. Kami juga mengajukan bantuan 22 ton beras cadangan pangan pemerintah ke Badan Ketahanan Pangan Nasional. Saat ini tinggal menunggu ACC untuk pencairan melalui Bulog,” jelasnya.

Di sektor pendidikan, Pemkab mengarahkan siswa dari sekolah terdampak banjir untuk mengikuti pembelajaran secara daring. Langkah ini diambil guna memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meski akses sekolah terendam.

Sementara untuk mobilitas warga menuju pusat kota Lamongan, pemerintah daerah menyiagakan armada truk sebagai sarana transportasi darurat. Fasilitas ini disiapkan untuk membantu warga melintasi kawasan banjir.

“Transportasi anak sekolah yang ke arah Lamongan akan kita siapkan truk untuk membantu mereka melintasi wilayah-wilayah yang tergenang air,” pungkas Moh Nalikan.

Penulis : Yoga

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow