Hari Bumi Sedunia, BSI Situbondo Bagikan Bibit Gratis, Dorong Ketahanan Pangan
Komunitas Bank Sampah Induk (BSI) Situbondo membagikan ratusan bibit hortikultura gratis kepada Kelompok Wanita Tani di Desa Juglangan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dan mendorong gerakan peduli lingkungan dari pekarangan rumah.
SITUBONDO - Memperingati Hari Bumi Sedunia, Komunitas Bank Sampah Induk (BSI) Situbondo membagikan bibit tanaman gratis kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Juglangan Mandiri di Desa Juglangan, Kecamatan Panji, Rabu (22/04/2026).
Gerakan memperingati hari bumi sedunia 2026 untuk menjaga bumi.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Dinas Pertanian hingga Dinas Lingkungan Hidup, sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat.
Sedikitnya ratusan bibit hortikultura berupa berbagai jenis sayuran dibagikan secara cuma-cuma kepada anggota kelompok wanita tani agar dapat ditanam di pekarangan rumah masing-masing.
Setiap anggota menerima bibit sayuran seperti cabai, tomat, sawi, seledri, dan terong. Selain itu, juga dibagikan bibit buah di antaranya mangga, alpukat, jambu, dan jenis lainnya.
Camat Panji, Kiptiyah Rikawati, menegaskan pembagian bibit ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para penerima, khususnya ibu-ibu anggota KWT.
“Kita akan lakukan monitoring dan evaluasi, apakah bibit ini benar-benar ditanam atau tidak. Karena kelompok wanita tani ini juga merupakan binaan dari Dinas Pertanian,” ujarnya.
Menurutnya, langkah sederhana ini menjadi edukasi penting dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.
Dia menambahkan, momentum Hari Bumi menjadi waktu yang tepat untuk memulai gerakan penghijauan dari lingkungan terkecil, yakni pekarangan rumah.
“Untuk menciptakan keseimbangan ekologis bisa dimulai dari pekarangan masing-masing. Dampaknya juga besar, karena jika penghijauan di dataran tinggi tidak maksimal, dataran rendah bisa ikut terdampak,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Rifa’atin, menilai gerakan kecil ini dapat berkembang menjadi aksi besar jika dilakukan secara konsisten.
“Jika kesadaran menanam dimulai dari pekarangan, maka akan muncul gerakan peduli lingkungan yang lebih luas hingga menyasar lahan kritis,” ungkapnya.
Dia juga menjelaskan bahwa penghijauan memiliki manfaat besar, mulai dari mencegah banjir dan erosi di dataran tinggi hingga memperbaiki kualitas iklim serta meningkatkan produksi oksigen di lingkungan rumah.
Di sisi lain, Latifa, anggota KWT Juglangan Mandiri, mengaku sangat terbantu dengan adanya pembagian bibit tersebut.
“Saya baru tahu kalau menanam sayur di pekarangan punya manfaat besar. Selain menambah oksigen, juga bisa memenuhi kebutuhan sayur dapur,” ujarnya.
Gerakan peduli bumi melalui pembagian bibit ini diharapkan menjadi pemicu kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Kolaborasi lintas sektor yang terjalin juga menjadi kunci dalam memperkuat edukasi dan aksi nyata pelestarian lingkungan dari tingkat rumah tangga.
Langkah sederhana ini diyakini mampu memberikan dampak besar jika dilakukan secara masif oleh masyarakat.
Penulis: Khairul
What's Your Reaction?