Pelantikan PMII Trenggalek, Ketua DPRD Soroti Pentingnya Kontrol Mahasiswa

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi meminta kader PMII tetap menjaga tradisi kritis terhadap pemerintah saat menghadiri pelantikan PC PMII Trenggalek 2026-2027. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai pengontrol kebijakan publik dalam demokrasi.

May 25, 2026 - 15:22
 0
Pelantikan PMII Trenggalek, Ketua DPRD Soroti Pentingnya Kontrol Mahasiswa
Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi memberikan sambutan saat menghadiri pelantikan Pengurus Cabang PMII Trenggalek masa khidmat 2026-2027 di Gedung PCNU Trenggalek, Minggu (24/5/2026). Dalam kesempatan itu, Doding mengajak mahasiswa tetap kritis mengawal kebijakan pemerintah demi kepentingan masyarakat.

TRENGGALEK - Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengingatkan mahasiswa agar tidak kehilangan keberanian dalam mengkritik pemerintah. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam menjaga demokrasi tetap sehat.

Pesan itu disampaikan Doding saat menghadiri pelantikan Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Trenggalek masa khidmat 2026-2027 di Gedung NU Trenggalek, Minggu (24/5/2026).

Dalam agenda tersebut, Beni Kusuma Wardani resmi dilantik sebagai Ketua PC PMII Trenggalek bersama jajaran pengurus baru lainnya.

Di hadapan kader PMII, Doding menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai pengontrol kekuasaan. Ia berharap organisasi mahasiswa tetap hadir di tengah masyarakat dan tidak hanya aktif dalam ruang diskusi internal.

“Kita mengucapkan selamat kepada sahabat Beni dan rekan-rekan pengurus PC PMII Kabupaten Trenggalek yang baru. Kita berharap untuk PC PMII ke depan itu semakin bagus, semakin maksimal dalam memperjuangkan masyarakat dan rakyat,” ujarnya.

Menurut Doding, perubahan sosial dan kebijakan publik sering kali lahir dari keberanian mahasiswa menyuarakan keresahan masyarakat.

“Mahasiswa itu adalah agen perubahan. Jadi perubahan pemikiran, perubahan paradigma, perubahan aturan-aturan,” katanya.

Ia menegaskan DPRD Trenggalek terbuka terhadap kritik maupun masukan dari mahasiswa. Baginya, suara mahasiswa justru dibutuhkan agar kebijakan pemerintah tidak hanya berhenti sebagai konsep di atas kertas.

“Kita di DPRD Kabupaten Trenggalek sangat terbuka sekali kalau untuk rekan-rekan mahasiswa. Apapun masukan untuk pemerintahan kita yang lebih baik dan sebagainya, kita selalu siap,” jelasnya.

Di tengah anggapan bahwa kritik sering dipandang sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah, Doding justru melihat kritik sebagai bagian sehat dalam sistem demokrasi.

Namun demikian, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi tetap dilakukan sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Karena alam demokrasi itu suara itu bebas. Yang penting sesuai dengan koridor. Panglima tertinggi kita kan hukum,” tegasnya.

Menurutnya, kontrol sosial menjadi penting karena pemerintah tidak selalu memahami sepenuhnya kondisi nyata di lapangan. Tanpa pengawasan publik, kebijakan bisa saja meleset dari kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah itu kalau tidak ada yang mengingatkan, tidak ada kontrolnya, akhirnya tidak punya pertimbangan. Kadang-kadang antara konsep yang dibuat dan kondisi di lapangan belum tentu sinkron,” ujarnya.

Karena itu, Doding berharap PMII tetap menjaga tradisi kritisnya sebagai organisasi kader sekaligus aktif mengawal kebijakan publik di Trenggalek.

“Yang merasakan hasil akhirnya kan rakyat. Sehingga semua program bisa berjalan maksimal,” pungkasnya.

Di tengah menurunnya minat sebagian generasi muda terhadap isu sosial dan politik, pernyataan Doding menjadi pengingat bahwa peran mahasiswa belum sepenuhnya selesai.

Bagi Doding, kritik bukan ancaman bagi pemerintah. Sebaliknya, kritik menjadi bagian penting untuk memastikan kebijakan tetap berpihak kepada masyarakat luas.

 Penulis : Winoto Hadi

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow