Pemkab Jember Imbau Warga Jangan Panic Buying Gas Melon, Pangkalan Nakal Terancam Ditutup
KABAR RAKYAT, JEMBER -- Pemerintah Kabupaten Jember imbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying (beli panik) terhadap LPG 3 kilogram di tengah isu kelangkaan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Pemkab menegaskan, ketersediaan gas bersubsidi sejatinya dalam kondisi aman, namun lonjakan pembelian berlebih dan pola pendistribusian yang bertahap memicu kelangkaan di tingkat pangkalan.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jember Sartini menyampaikan, meski ketersediaan LPG 3 kilogram di Jember dipastikan aman oleh Pertamina Patra Niaga, kelangkaan di tingkat pangkalan terjadi akibat lonjakan pembelian di masyarakat melebihi kebutuhan normal.
“Yang biasanya satu tabung untuk seminggu, sekarang membeli lebih dari itu dua bahkan tiga. Ini yang memicu terjadinya kelangkaan di lapangan,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp Selasa (14/4/2026).
Lebih lanjut Sartini juga menjelaskan, penyebab kedua kelangkaan LPG 3Kg adalah keterbatasan armada membuat penyaluran dari agen ke pangkalan dilakukan secara bertahap, karena terdapat 34 agen LPG di Jember yang mensuplay 1.900 pangkalan sampai ke pelosok desa.
"Adanya keterbatasan armada juga penyebab kedua lambatnya penyaluran dari agen ke pangkalan, karena agen harus menyuplai ke beberapa titik wilayah pangkalan secara luas" ujarnya.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyoroti keresahan masyarakat bukan hanya soal kelangkaan, tetapi juga harga yang melampaui ketentuan. Dia meminta adanya tindakan tegas terhadap pangkalan nakal, tidak sekadar sanksi administratif.
“Kami ingin ada langkah nyata. Jika terbukti menjual di atas HET, harus ditutup,” tegasnya Senin (13/4/2026) dalam siaran langsung wadul guse
Fawait juga mengajak masyarakat turut berperan aktif dalam pengawasan distribusi LPG dengan melaporkan pangkalan yang melanggar melalui Wadul Guse
"Harga LPG di tingkat pangkalan tetap sesuai ketentuan, harga maksimal di pangkalan adalah Rp. 18.000. Tidak boleh lebih, jika ada yang melanggar laporkan saja pada kami" tambahnya
Dengan sinergi antara pemerintah, Pertamina, dan masyarakat, Pemkab berharap distribusi LPG 3 kg kembali normal dan tepat sasaran. (zan)
What's Your Reaction?