Petani Tambak Lamongan Menjerit, Banjir Berkepanjangan Picu Gagal Panen Massal
Banjir selama enam bulan melumpuhkan ribuan tambak di Lamongan. Petani tambak mengalami gagal panen hingga 80 persen dan mendesak pemerintah segera tangani banjir serta distribusi pupuk.
LAMONGAN – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, selama lebih dari enam bulan terakhir membawa dampak serius terhadap sektor perikanan darat. Ribuan petani tambak dilaporkan mengalami gagal panen dengan estimasi kerugian mencapai 80 persen.
Pantauan di lapangan menunjukkan para petani tambak di Kecamatan Glagah hanya bisa pasrah melihat tambak mereka terendam banjir berkepanjangan. Sebagian besar ikan peliharaan hilang terbawa arus lantaran genangan air tak kunjung surut.
Kini, para petani hanya mampu menyisir area tambak untuk mengumpulkan sisa-sisa ikan yang masih tertinggal. Namun hasil yang diperoleh sangat minim dan jauh dari harapan.
“Panen kali ini benar-benar jombrot (merugi). Jika dibandingkan dengan kondisi normal, ikan yang bisa kami selamatkan hanya sekitar 20 persen saja, rugi benar, rugi betul,” ujar Nurul Qomariyah, petani tambak asal Desa Margoanyar, Kecamatan Glagah, Jumat (10/4/2026).
Tak hanya jumlah panen yang anjlok, kualitas ikan hasil tambak juga mengalami penurunan drastis. Ukuran ikan yang berhasil dipanen jauh lebih kecil dibandingkan standar normal.
Menurut Nurul, selain dipengaruhi cuaca ekstrem dan banjir berkepanjangan, pertumbuhan ikan yang tidak maksimal juga diperparah sulitnya akses pupuk subsidi bagi petani tambak.
“Ikannya kecil-kecil, tidak normal ukurannya. Selain karena banjir, kami juga kesulitan mendapatkan pupuk untuk pakan dan pengelolaan tambak,” ucapnya.
Kondisi tersebut membuat para petani berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Lamongan. Mereka meminta solusi konkret terhadap persoalan banjir tahunan yang selama ini terus berulang dan merugikan sektor pertanian maupun perikanan.
Selain penanganan banjir, para petani juga mendesak pemerintah untuk membuka akses ketersediaan pupuk bagi petani tambak agar aktivitas budidaya dapat kembali berjalan normal.
“Tolong pemerintah, dikasih pupuk petani tambak ini, kami tidak minta, kami akan beli,” harap Nurul.
Hingga berita ini ditulis, ribuan hektare lahan tambak di Kabupaten Lamongan masih terdampak genangan air. Kondisi tersebut memaksa sebagian petani membiarkan lahannya tidak tergarap sementara waktu sambil menunggu cuaca membaik dan banjir surut.
Penulis : Yoga
What's Your Reaction?