Sekolah Berdaya, Upaya Pemkab Jember Tekan Pernikahan Dini dari Akar Keluarga

Apr 15, 2026 - 14:44
 0
Sekolah Berdaya, Upaya Pemkab Jember Tekan Pernikahan Dini dari Akar Keluarga
Dari kanan Najelaa Shihab, Ning Ghyta dan Gus Fawait saat penyampaian materi Sekolah Berdaya Mencegah Pernikahan Dini Dalam Semangat Hari Kartini

KABAR RAKYAT, JEMBER -- Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan keseriusannya dalam menekan angka pernikahan dini melalui penguatan sektor pendidikan berbasis keluarga. Upaya tersebut diwujudkan lewat kegiatan Talk Show “Sekolah Berdaya: Mencegah Pernikahan Dini dalam Semangat Hari Kartini”  di Pendopo Wahyawibawarga, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Najelaa Shihab  Ahli Pendidikan sekaligus penggagas Sekolah Chikal  dan Ghyta Eka Puspita, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK) Kabupaten Jember.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Jember Muhammad Fawait, Kepala Dinas Pendidikan Jember Arif Cahyono, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sekitar 300 peserta terlibat dalam  acara ini , diantarnya kepala sekolah, pengawas madrasah, Camat, hingga TPPKK kecamatan.

Ketua TP PKK Jember, Ghyta Eka Puspita, menegaskan bahwa akar persoalan pernikahan dini berangkat dari pola relasi dalam keluarga. Menurutnya, cinta orang tua kepada anak harus diiringi dengan cara pengasuhan yang tepat.

“Tidak ada orang tua yang tidak mencintai anaknya, tetapi cara mencintai itu yang harus kita pelajari. Akar masalah semuanya bersumber dari keluarga. Kalau anak sudah mendapatkan cinta yang utuh di rumah, dia tidak akan mencari cinta di luar (hubungan yang tidak perlu)” ujarnya dalam forum diskusi.

Sementara itu, Najelaa Shihab dalam pemaparannya mengaitkan pernikahan dini dengan berbagai persoalan struktural, seperti stunting, kematian bayi, hingga kematian ibu melahirkan. Menurutnya, persoalan tersebut berakar dari minimnya edukasi dalam keluarga dan belum cukup usia saat menjalin hubungan rumah tangga.

“Pendidikan bukan hanya tugas sekolah tapi juga ada peran dari keluarga. Maka, sistem pendidikan seharusnya turut menyasar keluarga sebagai bagian dari proses pembelajaran,” tegasnya.

Lebih lanjut Najelaa juga menceritakan semangat Raden Ayu Kartini yang berjuang agar perempuan juga memiliki kesempatan untuk belajar.

“Kartini berjuang agar perempuan bisa bersekolah dan berkembang. Maka, tugas kita sekarang adalah membangun talenta dan sistem. Jika talenta tumbuh dan sistemnya juga tumbuh, maka pada akhirnya, insya Allah, semua orang tua di Jember ini bisa mencintai anak-anaknya dengan lebih baik. Dampaknya, kesenjangan pendidikan pada anak pun dapat semakin ditekan,” ujarnya.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam kesempatan tersebut memaparkan bahwa pendidikan adalah solusi utama dari berbagai persoalan sosial, termasuk pernikahan dini dan kemiskinan, dia juga menegaskan bahwa masalah pendidikan bukan hanya tanggung jawab lembaga, tapi juga tanggung jawab keluarga.

“Saya melihat pendidikan bukan hanya tugas sekolah atau pesantren, tetapi juga tugas keluarga. Pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang dimulai dari keluarga dan diperkuat oleh sekolah,” Tegasnya.

Acara Talk Show ini berjalan tertib dan seru, mulai dari pemaparan materi, sesi refleksi dan tanya jawab dari peserta hingga diakhiri dengan bagi-bagi dorprise hadiah menarik bagi peserta yang beruntung dalam undian. (Zan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow