MWCNU Kamal Bangkalan Siap Kawal Seribu Peserta Napak Tilas Isyarah Pendirian NU
MWCNU Kecamatan Kamal, Bangkalan, menyatakan kesiapan penuh menyambut seribu peserta Napak Tilas Isyarah Pendirian Nahdlatul Ulama yang melintas Kamal pada 4 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi perjalanan spiritual dan sejarah menuju Maqbaroh KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng, Jombang.
KABAR RAKYAT,BANGKALAN — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kamal menyatakan kesiapan penuh menyambut rombongan Napak Tilas Isyarah Pendirian Nahdlatul Ulama (NU) yang akan melintasi wilayah Kamal, Bangkalan, pada Sabtu, 4 Januari 2026 atau bertepatan dengan 1 Sya’ban 1447 Hijriah.
Kegiatan ini diikuti sekitar seribu peserta dan menjadi bagian dari ikhtiar menelusuri kembali jejak sejarah serta isyarah spiritual berdirinya NU. Napak tilas tersebut juga dimaksudkan untuk memperkuat nilai ke-NU-an, keislaman, dan kebangsaan di tengah masyarakat, khususnya di Madura.
Rombongan dijadwalkan singgah di sejumlah titik yang memiliki nilai historis dan religius, mulai dari pesantren hingga lokasi-lokasi yang menjadi saksi perkembangan NU. Wilayah Kecamatan Kamal menjadi salah satu lintasan penting dalam perjalanan panjang napak tilas tersebut.
Ketua MWCNU Kecamatan Kamal, Abdur Rosyid, S.Si, S.Pd, M.Si, mengatakan seluruh jajaran pengurus telah melakukan persiapan secara menyeluruh. Persiapan itu melibatkan badan otonom NU, ranting NU, tokoh agama, hingga masyarakat setempat.
Menurut Abdur Rosyid, koordinasi dilakukan tidak hanya dengan panitia napak tilas, tetapi juga dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran pengamanan dan penyambutan peserta secara kultural maupun religius.
“Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual dan sejarah. Kami ingin napak tilas ini menjadi sarana edukasi bagi generasi muda NU agar memahami betul perjuangan para pendiri Nahdlatul Ulama,” ujar Abdur Rosyid.
Selain penyambutan rombongan, MWCNU Kamal juga menyiapkan rangkaian kegiatan pendukung berupa doa bersama, istighotsah, serta pengajian singkat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat khidmah dan mempererat ukhuwah nahdliyyah.
Abdur Rosyid menambahkan, kehadiran ribuan peserta napak tilas di wilayah Kamal diharapkan memberi dampak positif, tidak hanya bagi penguatan tradisi dan sejarah NU, tetapi juga bagi penguatan peran NU di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Rangkaian Napak Tilas Isyarah Pendirian NU ini direncanakan dimulai dari Pondok Pesantren Syaichona Kholil, Demangan Barat, Bangkalan, dan berakhir di Maqbaroh KH Hasyim Asy’ari di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.
Selama perjalanan, peserta akan melalui empat pos, yakni Pos 1 di SDN Keleyan 1, Kecamatan Socah; Pos 2 di Pondok Pesantren Asmaul Husna Telang, Kamal; Pos 3 di kediaman Ustaz H Hoiri Zama, Kamal; serta Pos 4 di Pelabuhan Barat Kamal.
Dari Pelabuhan Kamal, sekitar seribu peserta akan menyeberang menggunakan satu kapal feri dan sepuluh perahu menuju Pelabuhan Perak, Surabaya. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Masjid Sunan Ampel sebelum peserta bertolak ke Stasiun Gubeng menggunakan bus.
Dari Stasiun Gubeng, rombongan akan melanjutkan perjalanan dengan kereta api menuju Jombang. Setibanya di Stasiun Jombang, peserta dijadwalkan berjalan kaki menuju lokasi akhir napak tilas di Maqbaroh KH Hasyim Asy’ari, Pondok Pesantren Tebuireng.
Kegiatan Napak Tilas Isyarah Pendirian NU ini dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan diperkirakan tiba di tujuan akhir sekitar pukul 19.00 WIB dalam suasana khidmat dan penuh nilai spiritual.
Penulis: Luhur Utomo
What's Your Reaction?