Tak Sekadar Mengajar, Guru di SDN Mangli Ikut Awasi Pembagian Program Makan Bergizi Gratis
Selain itu, guru juga memiliki peran penting dalam memastikan makanan tidak terbuang sia-sia. Terlebih selama bulan Ramadan, menu MBG tidak dimakan di sekolah, melainkan dibawa pulang oleh siswa untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
KABAR RAKYAT, BONDOWOSO – Peran guru dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tidak hanya sebatas mendampingi proses belajar mengajar. Di SDN Mangli, Kecamatan Pujer, para guru juga ikut terlibat aktif dalam pengawasan pembagian makanan agar program tersebut benar-benar bermanfaat bagi siswa.
Setiap kali distribusi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangli tiba di sekolah, para guru membantu mengatur antrean siswa. Mereka memastikan pembagian makanan berjalan tertib serta seluruh siswa menerima paket makanan sesuai jatahnya.
Selain itu, guru juga memiliki peran penting dalam memastikan makanan tidak terbuang sia-sia. Terlebih selama bulan Ramadan, menu MBG tidak dimakan di sekolah, melainkan dibawa pulang oleh siswa untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
Koordinator MBG SDN Mangli, Purnomo Sulistio, mengatakan pengawasan dari guru sangat diperlukan karena sebagian siswa masih berusia kecil sehingga sering lupa membawa pulang makanan yang sudah dibagikan.
“Pengawasan guru ini penting, karena anak-anak kadang kalau dikasih makanan tidak langsung dimasukkan ke tas sekolahnya. Jadi guru ikut mengingatkan supaya makanan itu dibawa pulang,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Jum’at (13/3/2026).
Ia mencontohkan, pernah ada kejadian ketika salah satu siswa menerima menu ayam dari program MBG. Namun setelah dibagikan di kelas, makanan tersebut diletakkan di bawah meja dan tidak dibawa pulang.
Akibatnya, makanan tersebut baru ditemukan dua hari kemudian dalam kondisi sudah basi. Kejadian itu kemudian menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah untuk memperketat pengawasan.
“Pernah ada kasus menu ayam ditaruh di bawah meja dan lupa dibawa pulang. Setelah dua hari baru ketemu dan sudah basi. Dari situ kami semakin meningkatkan pengawasan terhadap siswa,” jelas Purnomo.
Guru kelas VI SDN Mangli, Ika Kusumawati, mengaku dirinya bersama guru lain selalu berusaha mengingatkan siswa agar memasukkan paket MBG ke dalam tas sekolah sebelum pulang.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar makanan yang diberikan benar-benar sampai ke rumah dan bisa dikonsumsi bersama keluarga saat berbuka puasa.
“Biasanya kami cek satu per satu, anak-anak sudah memasukkan makanan ke tas atau belum. Kalau belum, kami ingatkan supaya tidak tertinggal di kelas,” kata Ika.
Ia menilai keterlibatan guru dalam program ini menjadi bagian dari tanggung jawab bersama untuk memastikan bantuan makanan bergizi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi siswa.
Dengan pengawasan yang lebih ketat dari para guru, sekolah berharap tidak ada lagi makanan dari program MBG yang tertinggal di kelas ataupun terbuang percuma. Program tersebut pun diharapkan dapat terus membantu pemenuhan gizi anak-anak sekaligus menjadi dukungan tambahan bagi keluarga mereka.
What's Your Reaction?