Trotoar Dikembalikan untuk Pejalan Kaki, Pemkab Jember Tertibkan Lapak PKL dan Spanduk Liar

Mar 10, 2026 - 15:36
 0
Trotoar Dikembalikan untuk Pejalan Kaki, Pemkab Jember Tertibkan Lapak PKL dan Spanduk Liar
Satpol PP Jember menertibkan PKL yang menggunakan fasilitas trotoar untuk berjualan

KABAR RAKYAT, JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mulai menata kembali fungsi trotoar dan fasilitas publik lainnya dengan melakukan penertiban lapak pedagang kaki lima (PKL), spanduk, hingga reklame yang dinilai mengganggu ketertiban kota. 

Penertiban dilakukan secara persuasif oleh Satuan Tugas (Satgas) Infrastruktur dan Tata Ruang, Selasa (10/3/2026).

Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai jalur bagi pejalan kaki, sekaligus menciptakan tata kota yang lebih tertib dan nyaman, terutama selama bulan suci Ramadan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jember, Bambang Rudiyanto, mengatakan, operasi penataan tersebut melibatkan sekitar 30 personel gabungan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Di antaranya unsur Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Bina Marga, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Koperasi dan UMKM yang berperan sebagai pembina para PKL.

“Kami mengedepankan pendekatan yang persuasif dan humanis kepada saudara-saudara kita. Tujuannya memberikan penyadaran bahwa area pedestrian atau trotoar diperuntukkan bagi pejalan kaki,” ujar Rudy.

Rudy menegaskan, pemerintah tidak melarang masyarakat untuk berjualan. Namun, para pedagang diminta tetap mematuhi aturan yang berlaku, termasuk menjaga kerapian lapak setelah selesai beraktivitas.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menertibkan berbagai fasilitas yang dinilai mengganggu estetika kota. 

Mulai dari pembersihan lapak dan terpal pedagang, penataan spanduk serta papan reklame, hingga merapikan kabel fiber optic (FO) yang terlihat semrawut.

Selain itu, perhatian juga diberikan pada kebersihan kawasan bantaran sungai agar lingkungan kota tetap terjaga.

Para pedagang juga diimbau untuk merapikan kembali peralatan dagang, tenda, dan terpal setelah selesai berjualan agar tidak mengganggu fungsi jalan maupun trotoar.

Menurut Rudy, upaya ini merupakan bagian dari dukungan terhadap gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

“Mudah-mudahan di tengah suasana Ramadan ini kesadaran kita bersama untuk menjaga ketertiban kota semakin meningkat. Tujuannya agar Jember menjadi kota yang asri dan nyaman bagi semua warga,” pungkasnya. (Rok)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow