Umat Katolik Lamongan Laksanakan Jalan Salib Khidmat Tebarkan Pesan Kasih

Umat Katolik di Lamongan melaksanakan ibadah Jalan Salib dengan khidmat. Selain menjadi momen refleksi iman, ibadah ini juga menebarkan pesan kasih dan toleransi di tengah masyarakat dengan dukungan pengamanan lintas instansi.

Apr 3, 2026 - 20:26
 0
Umat Katolik Lamongan Laksanakan Jalan Salib Khidmat Tebarkan Pesan Kasih
Umat Katolik mengikuti prosesi ibadah Jalan Salib dengan khidmat di halaman gereja di Lamongan, Jumat (3/4/2026). Prosesi dipimpin oleh petugas liturgi dengan mengenakan busana ungu sebagai simbol masa Prapaskah.

LAMONGAN — Umat Katolik di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, melaksanakan ibadah Jalan Salib dengan penuh kekhidmatan pada Jumat (3/4/2026). Ibadah ini berlangsung dalam suasana tenang dan sarat makna spiritual.

Umat yang hadir mengikuti setiap rangkaian prosesi dengan khusyuk. Mereka diajak merenungkan perjalanan sengsara Yesus Kristus hingga wafat di kayu salib.

Ibadah Jalan Salib menjadi momentum penting bagi umat Katolik untuk memperdalam iman sekaligus memperkuat nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Asisten Imam Gereja Santo Fransiskus Xaverius Lamongan, Bruno Buu, mengatakan bahwa inti dari ibadah ini adalah kesediaan umat untuk mengikuti jejak kesengsaraan Yesus Kristus.

Menurut Bruno, suasana doa dan refleksi yang mendalam terasa sejak awal hingga akhir ibadah berlangsung.

Ibadah hari ini sangat khidmat sekali,” ujar Bruno saat ditemui di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa perenungan dalam Jalan Salib mengajarkan umat bahwa penderitaan merupakan bagian dari perjalanan menuju kebahagiaan kekal.

Selain itu, ibadah ini juga membawa pesan sosial yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Bruno menilai dunia tengah menghadapi berbagai persoalan yang semakin kompleks.

Ia mengajak umat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan agar mampu menghadapi berbagai tantangan hidup dengan bijak.

Mungkin kita semakin dekat dengan Tuhan supaya semua permasalahan yang dihadapi dapat teratasi dengan baik, dan memperoleh karunia untuk hidup berdampingan dalam kasih,” tuturnya.

Bruno menegaskan bahwa nilai kasih harus menjadi dasar dalam kehidupan bermasyarakat, terlebih di tengah perbedaan yang ada.

Ia juga mengapresiasi situasi keamanan selama pelaksanaan ibadah yang berjalan kondusif dan tertib.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari peran aktif berbagai pihak yang turut menjaga keamanan di sekitar gereja.

Pihak Kepolisian, TNI, Banser, Satpol PP, dan Kesbangpol turut serta menjaga kondusivitas di gereja kami,” tandasnya.

Sinergi antarinstansi dan masyarakat ini memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, sekaligus mencerminkan kuatnya nilai toleransi antarumat beragama di Lamongan.

Penulis : Yoga

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow