Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Siti Mafrochatin Nimah Minta Pemda Segera Turun Tangan Atasi kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Subsidi

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Hj. Siti Mafrocahtin Ni’mah meminta pemerintah daerah segera turun tangan mengatasi kekosongan stok gas elpiji 3 kg di beberapa wilayah di Banyuwangi Selatan menjelang Idul Fitri 1447 H.

Mar 19, 2026 - 00:00
Mar 19, 2026 - 00:00
 0
Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Siti Mafrochatin Nimah Minta Pemda Segera Turun Tangan Atasi kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Subsidi
Wakil Ketua DPRd Banyuwangi, Hj.Siti Mafrochatin Nimah minta pemda atasi kelangkaan gas elpiji 3 Kg jelang Lebaran 2026

KABAR RAKYAT, BANYUWANGI - Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Hj. Siti Mafrocahtin Ni’mah meminta pemerintah daerah segera turun tangan mengatasi kekosongan stok gas elpiji 3 kg di beberapa wilayah di Banyuwangi Selatan menjelang Idul Fitri 1447 H.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah yang sangat bergantung pada ketersediaan gas subsidi ini.

Kita minta Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan untuk segera melakukan koordinasi bersama Hisnawa Migas maupun Pertamina terkait dengan kelangkaan gas elpiji 3 Kg di wilayah Banyuwangi Selatan , ” ucap Hj, Ni’mah kepada wartawan, Rabu (18/03/2026).

Politisi Partai kebangkitan Bangsa ini mengatakan, jika hasil pantauan pemerintah daerah bersama Pertamina beberapa hari lalu menjamin ketersediaan gas elpiji 3 kg mencukupi, bahkan akan menambah pasokan, seharusnya tidak terjadi kelangkaan, Dan faktanya, saat ini ibu-ibu mengeluh adanya kelangkaan gas elpiji 3 kg.

“ Lebaran sudah dekat, saya minta Dinas Koperasi segera melakukan penelusuran, mencari penyebab terjadinya kelangkaan ini , dan pastikan pangkalan tetap beroperasi agar tidak terjadi keterlambatan distribusi , ” ucapnya

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi ini menegaskan, kelangkaan gas elpiji 3 kg (subsidi) seringkali terjadi menjelang Lebaran jangan hanya direspon dengan operasi pasar tetapi juga perlu adanya penambahan pasokan di agen-agen agar dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat.

” Kelangkaan sering terjadi karena kuota yang tidak mencukupi permintaan riil di lapangan. Evaluasi kuota per daerah perlu dilakukan secara berkala , ” tegasnya.

Selain itu juga diperlukan pengawasan distribusi dan memberikan sanksi kepada agen maupun pangkalan nakal yang menimbun atau menjual elpiji 3 kg subsidi kepada kepada sektor industri atau komersial seperti hotel dan restoran.

Sementara keterangan persnya Wakil Bupati Mujiono menepis informasi terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg. Ia memastikan, kabar tersebut tidak sepenuhnya benar. Stok gas bersubsidi, menurutnya, masih dalam kondisi aman.

Mujiono menjelaskan, ada sejumlah faktor yang kerap memicu keresahan masyarakat setiap mendekati Lebaran. Salah satunya adalah panic buying atau pembelian berlebihan oleh warga.

Selain itu, distribusi yang terlambat di beberapa wilayah juga sering memunculkan kesan seolah-olah terjadi kelangkaan. Belum lagi, adanya dugaan permainan oknum penimbun yang memanfaatkan situasi. Ditambah lonjakan konsumsi saat arus mudik dan derasnya penyebaran isu di media sosial.

“Jadi lebih ke faktor distribusi dan perilaku pasar, bukan karena barangnya tidak ada,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi gejolak harga sekaligus menjaga ketersediaan, Pemkab Banyuwangi bersama pihak terkait menggelar operasi pasar LPG 3 kg bersubsidi.

Operasi pasar ini juga menjadi bagian dari langkah pengendalian inflasi daerah menjelang Lebaran.

Pada Rabu (18/3/2026), operasi pasar digelar di sejumlah titik. Di Kecamatan Genteng misalnya, disalurkan 360 tabung oleh PT Syifa Mustika Migas dan 200 tabung oleh PT Winata Pramana Komala.

Sementara di Kecamatan Gambiran, PT Pelangi Migas Anugrah Mandiri menyalurkan 560 tabung. Jumlah yang sama juga didistribusikan di Kecamatan Songgon oleh PT Laros Abadi Jaya.

Di Kecamatan Muncar, sebanyak 560 tabung digelontorkan oleh PT Sinar Pelangi Abadi Bersatu.

Distribusi juga menjangkau wilayah utara. Di RTH Bajulmati, Wongsorejo, PT Prima Lautan Indonesia menyalurkan 150 tabung, sementara PT Artha Gas Utama mengirimkan 560 tabung.

“Besok Kamis (19/3/2026), operasi pasar berlanjut ke sejumlah kecamatan lain,” imbuhnya.

Di Kecamatan Sempu, PT Bumi Gas Banyuwangi menyalurkan 200 tabung dan PT Bumi Blambangan Bestari sebanyak 360 tabung.

Sementara itu, Kecamatan Kalibaru, Tegaldlimo, Cluring, Rogojampi, Blimbingsari hingga Songgon masing-masing mendapatkan distribusi 560 tabung dari berbagai agen.

Langkah itu diharapkan mampu meredam kepanikan masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan energi rumah tangga tetap terpenuhi menjelangIdul Fitri.

“Yang penting masyarakat tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan,” pungkas Mujiono.***

 

 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

HARYADI Banyuwangi