Banjir Bandang Rusak Pipa, Perumda AM Padang Percepat Pemulihan Layanan Air
Cuaca ekstrem dan banjir bandang mengganggu distribusi air bersih di Kota Padang. Perumda AM Kota Padang mempercepat pemulihan jaringan pipa, memasang jalur transmisi baru, serta mengerahkan 15 mobil tangki air demi menjaga pelayanan bagi masyarakat terdampak.
KABAR RAKYAT,PADANG – Cuaca ekstrem yang masih melanda sejumlah wilayah Kota Padang berdampak pada sistem distribusi air bersih bagi masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga pelayanan air bersih bagi pelanggan.
Meski menghadapi tantangan berat akibat faktor alam, upaya pemulihan jaringan distribusi terus dikebut secara maksimal di lapangan.
Saat ini, sekitar 2,3 persen pelanggan di wilayah Utara Kota Padang masih mengalami gangguan distribusi air bersih.
Gangguan tersebut dipicu oleh kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.
Kerusakan paling signifikan terjadi pada jembatan pipa di kawasan Gunung Nago, yang merupakan jalur utama suplai air ke wilayah Utara Kota Padang.
Kondisi tersebut disampaikan oleh Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, saat memberikan keterangan pers.
Adhie menjelaskan, banjir bandang menyebabkan kerusakan cukup serius pada struktur jembatan pipa Gunung Nago.
“Bencana banjir bandang menyebabkan kerusakan cukup serius pada jembatan pipa Gunung Nago,” kata Adhie di Kantor Perumda AM Kota Padang, Kamis (8/1/2026).
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam menghadapi kondisi tersebut.
Sejak awal kejadian, tim teknis Perumda AM Kota Padang langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penanganan darurat.
Sebagai langkah strategis dan berkelanjutan, Perumda AM Kota Padang saat ini tengah mempercepat pemasangan pipa transmisi jalur dua menuju Intake Palukahan.
Pekerjaan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan PT Hutama Karya (HK) sebagai mitra pelaksana.
Menurut Adhie, pemasangan jalur tambahan ini bertujuan untuk mengamankan suplai air bersih ke wilayah Utara Kota Padang.
Wilayah yang menjadi prioritas antara lain kawasan Lubuk Buaya dan sekitarnya yang selama ini bergantung pada satu jalur pipa utama.
“Pembangunan jalur dua ini menjadi solusi jangka menengah agar suplai air lebih aman dan tidak bergantung pada satu jalur saja,” ujarnya.
Selain fokus pada perbaikan infrastruktur, Perumda AM Kota Padang juga menjalankan operasi kemanusiaan bagi pelanggan terdampak.
Sebanyak 15 unit mobil tangki air bersih dikerahkan untuk mendistribusikan air langsung ke pemukiman warga.
Distribusi air bersih tersebut dilakukan secara intensif mulai pagi hingga dini hari.
Bahkan, pendistribusian air dilakukan hingga pukul 02.00 WIB untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
“Kami pastikan warga tetap mendapatkan air bersih untuk kebutuhan harian. Distribusi ini kami lakukan secara marathon,” jelas Adhie.
Operasi pendistribusian air tersebut melibatkan armada internal Perumda AM Kota Padang serta dukungan dari instansi mitra.
Sementara itu, tantangan juga dihadapi Perumda AM Kota Padang di wilayah Pusat Kota.
Tingginya tingkat kekeruhan air baku di Intake Kampung Koto menjadi kendala utama dalam proses pengolahan air.
Material lumpur yang terbawa arus dari hulu akibat hujan deras membuat kondisi air baku belum stabil.
“Kondisi air baku saat ini sangat keruh. Kami memilih ekstra hati-hati agar air yang didistribusikan tetap memenuhi standar kualitas,” ungkap Adhie.
Manajemen Perumda AM Kota Padang berharap kondisi cuaca segera membaik agar proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal.
Adhie juga menyampaikan apresiasi atas kesabaran pelanggan selama proses pemulihan layanan berlangsung.
“Kami berjuang setiap hari untuk memulihkan layanan hingga kembali normal 100 persen,” tutupnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk menyiapkan wadah penampungan air sebagai langkah antisipasi selama proses perbaikan jaringan distribusi berlangsung.
Penulis: Amryan
What's Your Reaction?