Banjir Rendam Ribuan Rumah di Lamongan, Khofifah Instruksikan Normalisasi Kanal Sungai Segera Dilakukan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mempercepat normalisasi kanal sungai sepanjang 9 kilometer untuk mengatasi banjir Bengawan Jero yang merendam lima kecamatan di Lamongan. Lonjakan curah hujan Januari 2026 memicu ribuan rumah, sawah, dan tambak terendam dengan kerugian miliaran rupiah.
KABAR RAKYAT, LAMONGAN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan bergerak cepat merespons ancaman banjir yang kian meluas seiring masuknya puncak musim hujan di wilayah Lamongan.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menginstruksikan percepatan normalisasi kanal sungai sepanjang sembilan kilometer sebagai solusi permanen untuk mengatasi luapan air di kawasan Bengawan Jero yang merendam lima kecamatan di Lamongan.
Khofifah mengungkapkan, lonjakan curah hujan signifikan terjadi pada Januari 2026 berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda. Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung lokasi banjir sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Lamongan.
“Menurut BMKG Juanda, intensitas hujan pada Desember hanya sekitar 20 persen, sementara Januari ini mencapai 58 persen atau hampir tiga kali lipat. Pada Februari diprediksi turun kembali menjadi 22 persen,” ujar Khofifah, Sabtu (10/1/2026).
Tingginya curah hujan tersebut, lanjut Khofifah, meningkatkan risiko luapan air di sepanjang aliran Bengawan Jero yang melintasi lima kecamatan di Lamongan hingga bermuara ke Kabupaten Gresik. Karena itu, Pemprov Jatim menyiapkan langkah struktural berupa normalisasi kanal sungai sebagai solusi jangka panjang.
“Kami perlu komunikasi dan koordinasi intensif dengan Pemkab Gresik karena ada kekhawatiran limpasan air ke wilayah mereka. Semua langkah ini dilakukan agar aliran air bisa terkendali,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, M. Naim, menyebut genangan paling parah terjadi di Kecamatan Deket, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah. Meski kondisi cukup berat, BPBD memastikan seluruh langkah antisipasi terus berjalan.
Menurut Naim, empat pompa utama di Bendungan Kuro serta pintu air Tambakombo dioperasikan secara bergantian menyesuaikan kondisi lapangan guna menekan ketinggian air.
“Kita antisipasi terus. Semua pompa di Kuro dan pintu air Tambakombo tetap difungsikan. Lima kecamatan ini terdampak cukup luas. Seribu lebih rumah warga terendam banjir dengan total sawah dan tambak yang tergenang sekitar 12 ribu hektare, dengan perkiraan kerugian kurang lebih Rp4 miliar,” kata M. Naim.
Penulis : Luhur Utomo
What's Your Reaction?