Bupati Situbondo Kunjungi Nenek Korban Puting Beliung, Mas Rio: Doakan Saya Selalu Berpihak pada Rakyat
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengunjungi rumah nenek sebatangkara korban angin puting beliung di Desa Sleteeng, Kabupaten Situbondo. Dalam kunjungan tersebut, Mas Rio memastikan kondisi korban sekaligus memberikan bantuan serta meminta doa agar kepemimpinannya dapat terus berpihak kepada masyarakat.
KABAR RAKYAT,SITUBONDO – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mendatangi rumah seorang nenek sebatangkara korban angin puting beliung di Desa Sleteeng, Kabupaten Situbondo, Selasa sore (10/3/2026).
Nenek bernama Rahmatil Maula tersebut diketahui tinggal seorang diri dan menjadi salah satu korban yang terdampak cukup parah akibat bencana angin puting beliung yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Dapur sederhana miliknya roboh akibat terjangan angin kencang.
Mirisnya, kondisi rumah nenek tersebut sempat tidak tercatat sebagai warga terdampak bencana.
Dalam kunjungannya, Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu mendatangi langsung kediaman sang nenek yang berada cukup jauh dari permukiman warga. Untuk mencapai rumah tersebut, rombongan harus berjalan kaki sekitar 20 hingga 30 meter melewati jalan setapak.
Tanpa canggung, Mas Rio duduk bersama nenek Rahmatil Maula dan berbincang hangat. Bahkan dalam pertemuan itu, ia meminta doa agar kepemimpinannya dapat berjalan dengan baik dan selalu berpihak kepada masyarakat.
“Doakan saya ya, Mbah. Semoga saya selalu diberi kemudahan untuk terus membantu masyarakat,” ujar Mas Rio dengan nada haru.
Selain meninjau kondisi rumah yang rusak dan dapur yang roboh, Bupati juga menanyakan keseharian nenek tersebut yang hidup seorang diri.
Ia bertanya bagaimana sang nenek memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk aktivitasnya menjual daun pisang dan lidi kelapa yang diolah menjadi sapu.
“Mbah setiap hari bagaimana aktivitasnya? Dapat berapa dari jual daun pisang dan lidi kelapa yang dibuat sapu?” tanya Mas Rio sambil menunduk.
Merasa memiliki tanggung jawab moral, Bupati juga menanyakan pengeluaran harian sang nenek untuk kebutuhan pokok seperti beras dan keperluan lainnya.
“Setiap hari habis berapa untuk kebutuhan? Berasnya ada, Mbah?” lanjutnya.
Di akhir kunjungan, Mas Rio memberikan tali asih kepada nenek Rahmatil Maula untuk membantu memperbaiki kebocoran rumahnya. Ia juga menginstruksikan kepada camat serta instansi terkait untuk segera melakukan verifikasi agar nenek tersebut dapat memperoleh bantuan yang layak.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang membutuhkan perhatian khusus, terutama mereka yang hidup sendiri tanpa keluarga.
Penulis: Khairul
What's Your Reaction?